
Kendari, Jaringansultra.com – Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) Universitas Halu Oleo (UHO) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat Internal (PKMI) bertajub peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam konservasi air melalui penerapan resapan biopori di lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 23/10/2026 di SMP Negeri 1 Konawe Selatan.
Kegiatan ini merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharm Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan siswa dalam menjaga kelestarian sumber daya air melalui penerapan teknologi konservasi sederhana di lingkungan sekolah.
Tim pengabdian FHIL UHO La Gandri, mengatakan PKMI dilakukan melalui dua pendekatan utama, yaitu sosialisasi mengenai pentingnya konservasi air dan praktik lapangan pembuatan lubang resapan biopori.
“Kegiatan ini mendapat sambutan baik dari semua pihak SMP Negeri 1 Konawe Selatan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah ini menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan praktik pelestarian lingkungan kepada siswa sejak dini,” ungkapnya pada Jumat, 23/10/2026.
Ia menjelaskan, pada sesi sosialisasi, siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga ketersediaan air, proses peresapan air ke dalam tanah, serta peran lubang resapan biopori dalam membantu meningkatkan infiltrasi air hujan dan mengurangi limpasan permukaan. Selain itu, siswa diperkenalkan pada manfaat lubang biopori sebagai salah satu sarana pengelolaan sampah organik.
Tidak hanya menerima materi secara teoretis, para siswa juga dilibatkan secara langsung dalam praktik lapangan pembuatan lubang resapan biopori di lingkungan sekolah. Kegiatan praktik ini mencakup pengenalan peralatan, penentuan lokasi yang sesuai, teknik pembuatan lubang, serta pemahaman mengenai pengisian bahan organik dan pemeliharaan lubang biopori agar dapat berfungsi secara optimal.

“Melalui pendekatan pembelajaran yang memadukan teori dan praktik, siswa diharapkan mampu memahami sekaligus menerapkan teknik konservasi air secara mandiri. Pengalaman praktik lapangan juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian dan tanggung jawab siswa terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya”, terangnya.
La Gandri, menekankan pentingnya memperkenalkan teknologi konservasi air yang sederhana dan aplikatif kepada generasi muda. Lubang resapan biopori menjadi salah satu contoh tindakan nyata yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga fungsi resapan air di lingkungan sekolah maupun permukiman.
“Penerapan lubang resapan biopori di SMP Negeri 1 Konawe Selatan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pengabdian semata, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dipelihara sebagai bagian dari pembelajaran lingkungan yang berkelanjutan. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang praktik nyata dalam membangun budaya peduli lingkungan”, jelasnya.
Melalui kegiatan pengabdian kemitraan nasyarakat internal ini, FHIL UHO terus berupaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab permasalahan lingkungan melalui edukasi, transfer pengetahuan, dan penerapan teknologi tepat guna yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dalam membentuk generasi muda yang memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kepedulian terhadap konservasi sumber daya alam, khususnya sumber daya air.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 1 Konawe Selatan, Marsina, sangat mengapresiasi kegiatan yang dilalukan oleh Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo. Kegiatan ini bisa memberikan ilmu yang sangat penting bagi siswa/siswi didiknya.
“Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan agar setiap siswa/siswi mengetahui dan mempraktekan secara langsung pengeloloaan pelestarian lingkungan, khsususnya pengelolaan air. Apalagi saat ini kondisi hampir semua wilayah Indonesia mengalami kekeringan panjangan, sehingga siswa/siswinya mampu menerapkan ilmu yang dipelajari hari ini dikehidupan sehari-hari”, jelasnya.
Marsina, berharap agar kegiatan seperti menjadi agenda bulanan atau tahunan agar siswa/siswi didinya lebih memahami pengelolaan lingkungan.
“Hari ini siswa/siswi kami bisa belajar banyak tentang pentingnya menjaga ketersediaan air, proses peresapan air ke dalam tanah, serta peran lubang resapan biopori dalam membantu meningkatkan infiltrasi air hujan dan mengurangi limpasan permukaan. Tidak menuntuk kemungkinan jika kegiatan ini dilakukan rutin siswa/siswi kami mampu memahami berbagai konsep lingkungan hidup yang lebih kompleks”, harapnya.
Reporter : Aris
Editor : Ridho






























