Pemkot Baubau Siapkan Intervensi untuk Petani Terdampak Kemarau dan El Nino

0

Baubau, Jaringansultra.com – Pemerintah Kota Baubau menyiapkan langkah intervensi untuk membantu petani yang terdampak musim kemarau dan fenomena El Nino.

Perhatian tersebut ditunjukkan langsung Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, SE., yang meninjau kondisi areal persawahan terdampak kekeringan di Kecamatan Bungi dan Kecamatan Lea-Lea, Rabu 26 Agustus 2026.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau, Ibnu Wahid, ST., MM., dalam siaran persnya mengatakan, peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi tanaman pangan, khususnya padi sawah, sekaligus memastikan langkah pemerintah daerah dalam membantu kelompok tani yang terdampak kekeringan.

Menurutnya, Wali Kota melihat langsung kondisi tanaman padi serta sumber air yang masih dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pengairan sawah.

Salah satu opsi intervensi yang tengah dipertimbangkan yakni penyediaan mesin Alkon untuk memompa air dari sumber di sekitar Bendungan Wonco 1 dan Wonco 2 menuju areal persawahan.

“Pemerintah harus hadir dan melihat langsung kondisi masyarakat, terutama para petani yang terdampak kekeringan. Kita akan melihat apa yang bisa diintervensi pemerintah agar tanaman padi mereka tetap bisa diselamatkan dan produksi pertanian tetap terjaga,” kata Ibnu, mengutip pernyataan Wali Kota Baubau.

Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, luas areal persawahan yang terdampak kekeringan diperkirakan mencapai sekitar 26 hektare. Lahan terdampak tersebut tidak berada dalam satu hamparan, tetapi tersebar di sejumlah lokasi dan kelompok tani.

Wali Kota Baubau juga meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan melakukan identifikasi secara cermat terhadap petani dan kelompok tani yang benar-benar terdampak.

Pendataan tersebut diperlukan untuk memastikan bantuan pemerintah diberikan kepada penerima yang memenuhi kriteria dan benar-benar membutuhkan.

Ibnu menjelaskan, hasil pendataan dan verifikasi nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk bantuan serta intervensi yang paling sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu petani mempertahankan tanaman padi sekaligus mengurangi potensi kerugian akibat kekeringan.

“Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan selanjutnya akan melakukan pendataan dan verifikasi terhadap kelompok tani terdampak sebagai dasar dalam menentukan bentuk bantuan dan intervensi yang paling dibutuhkan di lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, upaya tersebut merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Baubau untuk meminimalisir dampak musim kemarau terhadap produksi pertanian, khususnya tanaman padi sawah.

Ketersediaan air menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan tanaman. Karena itu, optimalisasi sumber air yang masih tersedia, termasuk melalui penggunaan mesin pompa, menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah meluasnya dampak kekeringan.

Selain menjaga stabilitas produksi pangan, perhatian terhadap petani juga diharapkan dapat memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Kehadiran langsung pemerintah di tengah petani menjadi bentuk respons terhadap kondisi yang terjadi sekaligus memastikan persoalan di lapangan dapat ditangani secara tepat.

Pemkot Baubau melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan berkomitmen terus memantau perkembangan kondisi persawahan dan melakukan langkah penanganan sesuai hasil pendataan serta kebutuhan petani terdampak. (Dar)

Facebook Comments Box
Iklan