Kecamatan Watonohu di Kabupaten Kolut Terpilih Sebagai Proyek Percontohan DDP di Sultra

20
Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto (kana) bersama Pj Bupati Kolut, Sukanto Toding (kiri) usai mengikuti rapat koordinasi implementasi DDP di Kantor Gubernur Sultra.

Kendari, Jaringansultra.com – Kecamatan Watonohu, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) terpilih sebagai proyek percontohan untuk inisiatif Data Desa Persisi (DDP) di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Inisiatif ini bertujuan untuk membangun Desa secara lebih persisi di Sulawesi Tenggara dengan tujuan utama menyediakan data yang valid dan tepat untuk perencanan pembangunan yang akurat.

Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto dalam sambutannya menuturkan, pihaknya akan memberikan dorongan khusus untuk mengembangkan DDP dan menunjuk Kolaka Utara sebagai daerah percontohan untuk penyediaan data ini.

“DDP dianggap sebagai inovasi yang dapat membantu perencanaan yang lebih rinci, bahkan hingga tingkat konstruksi rumah dan informasi tentang kemiskinan ekstrim, stunting, dan inflasi,” ucap Andap Budhi Revianto dalam rapat koordinasi di Kantor Gubernur Sultra Jum’at, 29 September 2023.

Orang nomor satu di Sultra ini menyampaikan, Kolaka Utara dapat memulai langkah awal dalam menyediahkan data yang valid, akurat dan terkini.

“Konektivitas data yang akurat dengan pontesi desa menjadi aspek krusial dalam proses ini. Data yang tepat mengenai luas lahan pertanian dan pontesi mineral menjadi dasar bagi kebijakan alokasi anggaran dan pengelolaan sektor pertambangan, yang mempengaruhi status desa, apakah termasuk dalam kategori berkembang atau tertinggal,” imbuhnya.

Dengan tersedianya DDP ini, Pj Gubernur berharap Kabupaten Kolaka Utara dapat mengatasi tantangan dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih efektif dan tepat ditingkat Desa.

“Semoga langkah awal ini menjadi membawa manfaat besar bagi masyarakat pendesaan dan membuka pintu menuju perkembangan yang lebih baik bagi daerah ini, mengintisari semangat transformasi di masa mendatang,” tuturnya.

Sementara itu, Pj Bupati Kolaka Utara, Sukanto Toding mengatakan, bahwa implementasi Data Desa Persisi yang memiliki tingkat akurasi tinggi dan kecepatan dalam memberikan gambaran kondisi aktual desa.

Lanjutnya, data ini dihasilkan melalui partisipasi warga desa yang dibantu oleh pihak luar seperti perguruan tinggi, dengan biaya relatif terjangkau. Selain itu Data Presisi ini meliputi tiga tipe data, termasuk data spasial dengan tingkat akurasi tinggi hingga 5 cm, data numerik menggunakan aplikasi merdesa, serta data kualitatif atau deskriptif.

“Implementasi DDP melibatkan 8 desa di Kecamatan Watunohu, Kabupaten Kolaka Utara, dengan keterlibatan warga desa sebagai enumerator. Proyek ini memperoleh dukungan finansial sebesar Rp 639.999.360, dengan 65 persen dari anggaran digunakan untuk pelatihan, FGD, honorarium enumerator, dan sejenisnya, serta 35 persen digunakan untuk operasional lainnya,” kata Sukanto Toding.

Ia menambahkan, kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kolut dan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor menghasilkan Data Desa Presisi (DDP) untuk delapan desa di Kecamatan Watunohu.

“Kolaborasi ini diharapkan memberikan wawasan penting mengenai potensi desa, aspek ekonomi, dan infrastruktur untuk mendukung kebijakan pembangunan yang terinformasi dan tepat sasaran,” pungkasnya.

Reporter : Asep

Editor : Ridho

Facebook Comments Box
Iklan