Kendari, Jaringansultra.com – Menjadi Khatib pada salat Jum’at di Mesjid Al-Amin kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Abdullah Alhayad Arafah sampaikan tiga amalan yang dicintai oleh Allah SWT, pada Jum’at 24 September 2023.
“Ada tiga amalan yang paling dicintai Allah SWT yakni, sholat tepat waktu, berbakti kepada orang tua dan berjihad di jalan Allah SWT,” ucap Abdullah Alhayad Arafah.
Ia menjelaskan, sholat tepat waktu memiliki banyak keutamaan. Salah satunya adalah mendatangkan kebaikan yang banyak.
“Siapa saja yang menjaga sholat maka dia akan mendapatkan cahaya, petunjuk dan keselamatan pada hari kiamat. Sedangkan, siapa saja yang tidak menjaga sholat, dia tidak akan mendapatkan cahaya, petunjuk dan keselamatan. Dan pada hari kiamat nanti, dia akan dikumpulkan bersama dengan Qarun, Firaun, Haman, dan Ubay bin Khalaf,” ujarnya.
Sedangkan untuk amalan berbakti kepada orangtua kata Abdullah, seorang anak memang tidak akan bisa melunasi jasa orang tua meski ia memiliki harta dan seluruh jiwa raganya. Tugas seorang anak adalah berbakti dengan memenuhi hak-hak mereka dengan ikhlas.
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,” imbuhnya.
Dan yang ketiga berbakti kepada orangtua. Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang Muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia.
“Siapa di antara kalian yang melihat suatu kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka dengan lisannya. Apabila tidak mampu juga maka dengan hatinya dan itulah selemah-lemahnya iman (HR. Muslim),” tuturnya.
Ia menambahlan, Ibnu Taimiyah mendefinisikan jihad dengan penyataan, “Jihad hakikatnya adalah bersungguh-sungguh mencapai sesuatu yang Allah cintai berupa iman dan amal saleh dan menolak sesuatu yang dibenci Allah berupa kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan,”.
Reporter : Asep
Editor : Ridho




























