Kendari, Jaringansultra.com – Balai Wilayah Sunggai (BWS) Sulawesi IV menyebut bendungan Ameroro yang ambruk di Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) hanya longsor lokal.
Bendungan Ameroro tersebut menelan anggaran hingga 1,5 triliun yang bersumber dari APBD, Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dilaksanakan oleh BWS Sulawesi IV.
“Pada pukul sekitar 15.00 WITa ada terjadi longsor lokal diarea tebing kiri spillway saat melakukan pengalian untuk pondasi dinding saluran luncur. Dengan beredar adanya gambar yang diambil dari arah bawah, seolah- olah tanah yang ada disitu adalah tanah longsor padahal tanah itu sudah ada sebelum kejadian longsor,” ucap PPK Bendungan 1 BWS Sulawesi IV, Iping Mariandana saat ditemui diruangannya, Kamis 14 September 2023.
Ia menjelaskan, bahwa tanah tersebut merupakan tanah bekas galian untuk saluran peluncur dan akan dibuang ke diposal, namun sementara dipakai timbunan diatas benton agar beton tidak mudah rusak saat alat berat melintas diatas bendungan.
“Karena diarea disitu agak curam, jadi sangat sempit dan kemiringanya 1 (satu) banding 2 (dua), sehingga alat berat butuh speis untuk melakukan manuver supaya alat berat tidak berbahaya saat bekerja diarea miring,” katanya.
“Tanah itu memang dipakai untuk akses naik. Kalau langsung begitu sangat berbahaya sehingga foto yang diambil dari enggel dari bawah itu bukan hasil longsoran,” sambungnya.
Pihaknya juga membantah terkait adanya tanah longsor diarea bendungan Ameroro yang berada di Kecamatan Uepai Kabupaten Konawe.
“Itu bukan tanah hasil longsoran padahal sebenarnya tidak terjadi longsor,” bebernya.
Tanah longsor yang terjadi diarea bendungan Ameroro pihaknya sudah petakan dan mengetahui pontesi akan terjadi longsor.
“Kami sudah mempresdiksi bahwa satuan batuan sangat jelek dan mengetahui bahwa ada pontesi longsor sehingga kami milih metode kerja untuk memitigasi terjadi longsor,” katanya.
Pihaknya tetap akan melakukan pengalihan diarea tersebut dan akan dijatuhkan tebing kiri spilway yang berjarak sekitar 500 meter.
“Jadi tanah longsor hanya konstruksi sementara untuk keamanan,” pungkasnya.
Reporter : Asep
Editor : Ridho




























