Kendari, Jaringansultra.com – Putra-putri Sulawesi Tenggara (Sultra) kini memiliki kesempatan menunjukan kemampuan atau bakat untuk tampil dalam dunia perfilman melalui film yang berjudul Abdul dan Maria.
Flim Abdul dan Maria karya Produser sekaligus penulis novel ternama, Jaya Tamalaki yang merupakan putra daerah Provinsi Sultra mulai open casting dilakukan setiap hari mulai
19 Agustus 2023 beralamat di rumah kaloborasi Sultra Melaju di jalan Malaka di Kota Kendari yang akan melibatkan para generasi muda sekitar 400 talenta tanpa dipungut biaya.
Jaya Tamalaki mengatakan, film Abdul dan Maria akan mengambil lokasi syuting 80 persen 17 kabupaten kota di Sultra dan isi oleh pemain putra dan putri terbaik Sultra yang memiliki bakat di perfilman yang sudah melalui tahap seleksi.
“Sebenarnya saya sudah survei di daerah lain. Tapi saya kepikiran untuk melakukannya di daerah saya sendiri di Sultra. Jadi film ini kita akan melibatkan pemain sekitar 400 pemain dan akan dibintangi oleh pemain film ternama dari Jakarta dan dari warga negara Italia,” kata Jaya Tamalaki saat ditemui di Kota Kendari, Rabu 16 Aguatus 2023.
Film yang ditargetkan bakal tayang pada Februari 2024 bertepatan dengan hari Valentine ini mengangkat genre romansa yang bercerita tentang fitrah manusia, cinta, dan spiritual. Opening film dimulai dari Jerman, karena cerita dari film ini bermula dari peristiwa holocaust di Jerman dan berakhir di Sultra.
Film Abdul & Maria seendiri, bercerita tentang seorang pemuda asal Sultra, yang bernama Abdul. Abdul sendiri yang memiliki hobi sebagai fotografer, putra tunggal Kepala Dinas Kemenag Sultra.
Abdul mengunggah foto tentang gua tengkorak di media sosialnya. Foto tersebut kemudian dilihat oleh Maria yang merupakan seorang arkeolog.
Kemudian Maria tertarik dengan foto-foto tersebut. Sehingga ia menghubungi Abdul. Dari sinilah benih-benih cinta keduanya tumbuh.
Perjalan cinta Abdul dan Maria terpisahkan oleh keluarga karena alasan keyakinan dan status sosial.
Situasi dramatis, dan pengorbanan Abdul dalam upaya menyelamatkan Maria dan kawan-kawan, akhirnya secara natural menghapus semua alasan untuk memisahkan keduanya. Sehingga tergenapilah apa yang dikatakan dalam sepenggal dialog dari film ini.
Maria sendiri, merupakan penganut agama katolik taat, putri dari pasangan Paulus Alexsandro Yohakim mantan diplomat Italia untuk Indonesia dan wanita pengacara asal solo. Profesi Maria sebagai seorang Arkeolog lulusan Universitas Gajah Mada (UGM) mengantarkannya ke Sultra untuk meneliti situs-situs sejarah.
Reporter : Haerun
Editor : Ridho




























