Kendari, Jaringansultra.com – Sejumlah politisi muda atau generasi milenial masuk dalam deretan calon anggota legislatif (Caleg) yang bertarung dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.
Walaupun Pemilu masih menyisakan waktu kurang lebih 7 bulan. Tapi banyak nama-nama calon yang bermunculan di masyarakat, mulai dari petahana sampai wajah baru yang meramaikan kontestasi tersebut.
Salah satu anak muda yang maju bertarung di Pilcaleg 2024 mendatang yaitu Mohammad Syahputra Rahman, yang berlatar aktivis yang sering menyuarakan ketimpangan masyarakat memilih terjun di dunia politik dengan menggunakan Partai Demokrat.
Pria 25 tahun yang berakronim MSR itu, masuk sebagai bakal caleg DPRD Sulawesi Tenggara Dapil Kota Kendari dengan nomor urut 5. Ia mengaku telah membentuk tim pemenangan di 11 kecamatan di Kota Kendari.
“Turun ke masyarakat sudah menjadi rutinitas saya. Untuk Dapil Kota Kendari harus dapat satu kursi di DPRD Provinsi, harus pecah telur di Pemilu 2024. Insya Allah, itu saya,” kata Syahputra Rahman saat ditemui di salah satu warung kopi, Rabu malam 9 Agustus 2023.
Pria yang memiliki tageline kekuatan baru harapan baru yang diusung bukan tanpa alasan. Menurutnya, kekuatan itu identik dengan anak muda dalam bentuk pikiran dan tidakan. Kekuatan pikiran dimaksud adalah nalar kritis.
Nalar kritis itulah yang akan digunakan dalam fungsi pengawas, tentunya terkait kebijakan pemerintah. Kemudian mengembangkan inovasi-inovasi untuk melahirkan kebijakan di DPRD untuk kepentingan masyarakat.
“Itulah salah satu makna yang tersirat dalam fungsi legislatif. Makanya saya katakan itu sebagai kekuatan,” ujarnya.
Sedangkan terkait harapan itu merupakan lokomotif perjuangan yang membuat berani dan rela berkorban dalam melakukan kebaikan dalam proses politik. Hasilnya nanti akan dipetik oleh para penerus di masa mendatang.
“Inilah yang disebut masa depan Sulawesi Tenggara yang tertuang dalam harapan itu. Karena kita maju caleg ini untuk memastikan masa depan Sulawesi Tenggara,” terangnya.
Alumnus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu menjelaskan meski bukan bagian dari trah politik atau bukan keluarga politisi. Namun dirinya mampu membentuk karakter dengan berbagai cara, termasuk berdiskusi dengan tokoh-tokoh besar serta membaca buku para tokoh-tokoh politik.
“Karena menurut saya, warisan yang didapat politisi-politisi muda yang notabene anak-anak pejabat. Itu merupakan warisan karakter orang tuanya,” ujarnya.
Olehnya itu, ia mengaku terjunnya ke dunia politik merupakan keinginan pribadi untuk mengabdi pada masyarakat.
“Politik ini bukan ajang untuk beradu nasib. Makanya saya tidak terima kalau di bilang politik ini sama dengan judi,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua DPD Partai Demokrat Sultra, Muh Endang SA mengaku, melibatkan millenial sebagai pemain baru, tetapi juga melibatkan pemain lama dalam Pemilu 2024 mendatang.
Endang juga menargetkan kembali memperoleh kursi pimpinan DPRD Sulawesi Tenggara dengan target minimal 1 kursi setiap dapil.
Reporter : Haerun
Editor : Ridho




























