Gubernur Sultra Tinjau Lokasi Banjir di Kelurahan Lepo-Lepo, Kota Kendari

17
Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, turun langsung meninjau lokasi banjir yang melanda wilayah Kelurahan Lepo-Lepo, Kota Kendari, Senin, 30 Juni 2025.

Kendari, Jaringansultra.com– Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, turun langsung meninjau lokasi banjir yang melanda wilayah Kelurahan Lepo-Lepo, Kota Kendari, Senin, 30 Juni 2025.Tinjauan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus respons cepat dari pemerintah provinsi terhadap bencana yang menimpa masyarakat.

Banjir terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi sejak 23 Juni 2025, yang mengakibatkan meluapnya Sungai Wanggu dan merendam sejumlah kawasan permukiman di Kelurahan Lepo-Lepo.

Gubernur menyempatkan diri menyapa langsung warga terdampak, meninjau lokasi pengungsian, serta melihat secara langsung kondisi dapur umum dan kesiapan logistik yang telah disediakan.

Gubernur juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang terjadi dan menegaskan bahwa pemerintah akan terus hadir dan sigap dalam memberikan bantuan serta perlindungan kepada masyarakat.

“Saya menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk bekerja maksimal, cepat, dan terkoordinasi dalam menangani bencana ini. Tidak hanya menyelamatkan warga, tapi juga memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” ujar Gubernur.

Penanganan Terpadu dan Kolaboratif
Penanganan banjir di Kelurahan Lepo-Lepo melibatkan kolaborasi lintas instansi, baik di tingkat kota maupun provinsi. Berikut personel dan instansi yang terlibat dalam operasi tanggap darurat ini yakni; Pemerintah Kota Kendari, BPBD Provinsi Sultra, BPBD Kota Kendari, Dinas Sosial Provinsi Sultra, Dinas Kesehatan Kota Kendari – PSC 119, Puskesmas Lepo-Lepo, TAGANA Kota Kendari, PMI Provinsi Sultra, TNI (Babinsa), BASARNAS, DMC Dompet Dhuafa, Sentra Meohai, Dinas Pekerjaan Umum, Pramuka Peduli Kwarda Sultra.

Tim gabungan tersebut dikerahkan untuk melakukan evakuasi, pendirian tenda pengungsian, distribusi logistik, pelayanan kesehatan, serta pemantauan keselamatan dan keamanan lingkungan terdampak.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga terus melakukan koordinasi untuk memastikan ketersediaan kebutuhan mendesak bagi para pengungsi, termasuk tenda tambahan, peralatan evakuasi air, air bersih, layanan medis, serta bantuan logistik permakanan.

reporter : Asep

Facebook Comments Box
Iklan