Sekda Sultra Resmi Launching Buku Sejarah dan Budaya Buton

36
Sekda Sultra, Asrun Lio resmi melaunching buku sejarah dan budaya Buton.

Kendari, Jaringansultra.com – Penjabat (Pj) Gubernur Sultra diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Drs. Asrun Lio secara resmi Launching Buku Sejarah dan Budaya Buton yang diselenggarakan langsung Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Sultra di Hotel Kubah 9 Kendari, Rabu, 27 Desember 2023.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Brida Sultra, Kadis Pertanian Sultra, Kadis Perhubungan Sultra, Perwakilan Kepala OPD lingkup Pemprov. Sultra, Para Peneliti, Para Akademisi, Para Kerukunan Buton Raya, mewakili Para Kepala Sekolah Negeri dan Swasta serta Pejabat terkait

Dalam amanahnya, Pj Gubernur Sultra yang dibaca Sekda Sultra, Asrun Lio menyampaikan, bahwa beberapa hal terkait launching buku sejarah dan budaya Buton tahun 2023 ini.

“Ada beberapa hal yang saya ingin sampaikan sesuai dengan amanah Pj. Gubernur Sultra yaitu pertama tentu kita tidak boleh melupakan sejarah, kedua dalam suatu riset biasanya menjadi laporan riset dan kemudian menjadi buku ada juga hasil tesis, disertasi dan diolah menjadi suatu buku sama halnya dengan lauching buku sejarah dan budaya Buton,” ucap Asrun Lio.

Ia menjelaskan, ini merupakan salah satu riset dan kemudian dikemas menjadi satu, buku yang diberi judul oleh peneliti sebagai buku sejarah budaya Buton didalam buku ini banyak menulis hasil-hasil riset yang mendalam tentang sejarah dan juga budaya Buton.

Disisi lain juga, dilihat dari hasil peneliti bisa menjadi satu judul yang tersendiri, contoh digodok oleh Perpustakaan terkait Dispora Buton itu adalah hasil dari tindaklanjut dari riset yang dilakukan oleh Brida.

“Jadi, apa yang dilakukan Brida Sultra merupakan langkah yang baik, tentu para peneliti atau melakukan sesuai dengan prosedur-prosedur, dari setiap hasil yang digunakan oleh anggaran negara, apakah itu APBN atau APBD itu pasti akan diperiksa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan penulisan buku ini merupakan salah satu upaya dalam memperkenalkan dan mendukung pelestarian budaya Buton, tentu juga ada budaya-budaya lain merupakan objek kajian yang bisa dilestarikan dan dikaji melalui pengkajian yang ada di Brida.

“Saya mengapresiasi Brida Provinsi Sultra, yang telah melaksanakan kegiatan penulisan buku sejarah dan budaya Buton pada tahun 2023, memang ini awalnya hanya berdasarkan kegiatan bapak Gubernur pada masahnya, beliau menulis beberapa orang yang dianggap sebenarnya orang ini sebagai narasumber di Brida tidak bisa dikatakan penelit, ada juga narasumber itu orang yang memberikan sumber informasi terhadap apa yang kita butuhkan,” kata Sekda Sultra.

Oleh karna itu, buku ini tentu akan menjadi bahan informasi dalam pengembangan sejarah yang ada di Sulawesi Tenggara. Untuk itu, ia meminta kepada dosen-dosen yang hadir, para peneliti dari kampus supaya bisa terus mengali kekayaan budaya dan sejarah karna Sultra dalam 10 atau 20 tahun kedepannya tidak bisa lagi, mengandalkan sumber daya alam pasti ada masahnya akan habis.

“Kita mempunyai sumber kekayaan yang lain yaitu kekayaan kebudayaan kalau itu digali akan terus menghasilkan budaya-budaya yang kaya dan begitu pula dengan sejarah tidak akan habis, meskipun kita mengalihnya. Ini menjadi tantangan bagi kita semua, yang hadir terutama Brida untuk terus berupaya mengali sejarah-sejarah dan kebudayaan-kebudayaan yang ada di Sultra,” imbuhnya.

Melalui kesempatan ini, Sekda Sultra berharap kehadiran buku yang merupakan catatan sejarah dan budaya untuk bisa menambah kuantitas dan melengkapi, catatan dokumen serta bukti sejarah yang masih menjadi koleksi sejarah di Perpustakaan Daerah Provinsi Sultra.

“Pada masa yang akan datang kita bersama terus mendorong Provinsi Sultra ini dapat memiliki dokumen sejarah dan budaya yang lengkap dan terbitnya buku ini juga menambah khasanah, kesejahteraan dan merupakan sumber informasi yang memanai bagi masyarakat Sultra yang menjadi rujukan penulis sejarah budaya Buton khususnya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Brida Sultra, Dra. Hj. Isma mengatakan, bahwa hari ini pihaknya melaunching buku sejarah dan budaya Buton. Dalam kegiatan launching tentunya bukan waktu yang singkat dalam penyusunan buku sejarah Buton ini, sehingga memakan waktu 2 tahun anggaran bukan lamanya 2 tahun, hanya dalam penganggaran dilaksanakan mulai dari Tahun 2022 yang diawali dengan surat keputusan Gubernur untuk penyusunan buku sejarah Buton.

“Tahun 2022 berfokus pada diaspora Buton, artinya orang-orang Buton yang ada di luar daerah ada beberapa provinsi yang dilaksanakan dan didatangi, dilanjutkan tahun 2023 dalam kegiatan penyusunan buku ini kelihatannya agak terlambat karna launching-nya di bulan Desember, karna kami mengontrak di bulan Agustus sebenarnya penyusunannya kita mulai dengan menggunakan surat keputusan Tahun 2022 hanya dalam pelaksanaan 2023 secara keseluruhan kegiatan penelitian atau pun penyusunan buku yang ada di Brida sehingga kami mencoba mendudukkan sesuai dengan peraturan yang ada,” ujanya.

Lanjutnya, dengan melakukan kontrak dengan lembaga atau universitas dengan menerapkan kontrak sesuai dengan yang diamatkan dalam LKPP, sehingga ini membuat sedikit perubahan atau pergeseran waktu baik dari segi penganggaran maupun waktu bergeser kami agak lambat dimulai dari kontrak bulan Agustus sehingga hari baru dilakukan lounching.

“Tetap dalam penyusunan ini, tidak mengurangi dari pada subtansi yang ada di buku ini sehingga tetap memasukan semua apa yang pernah ada dikerjakan di tahun 2022. Tentunya setelah ini juga akan dilaporkan oleh ketua peneliti atau pun ketua penyusun buku untuk secara keseluruhan akan memaparkan apa yang sudah ada di dalam buku tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan penyusunan buku ini, tentunya secara support-nya di lakukan langsung oleh Mantan Gubernur Sultra periode 2018-2023 yaitu Bapak H. Ali Mazi.

“Ini memang lanjutan dari tahun anggaran 2022 sehingga bisa terselesaikan di tahun 2023 dan rampung hari ini, tentunya biayahnya kami kerja samakan dengan unidayan. Jadi dalam hal ini LPPM unidayan dengan Brida yang berkontrak, kemudian secara penuh anggarannya di biayai oleh APBD Provinsi Sulawesi Tenggara,” tandasnya.

Reporter : Asep

Editor : Ridho

Facebook Comments Box
Iklan