
Kendari, Jaringansultra.com– Sejak diluncurkannya Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) oleh Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Ristek awal tahun 2020 yang lalu, banyak regulasi yang berubah, hal ini tentu saja harus diikuti oleh perguruan tinggi agar mampu bersaing secara global
Karena program MBKM dimaksudkan untuk mewujudkan proses pembelajaran di perguruan tinggi yang otonom dan fleksibel sehingga tercipta kultur belajar yang inovatif, tidak mengekang, sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, yang mendorong untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja.
Salah satu langkah yang dilakukan Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) adalah melaksanakan Lokakarya yang merupakan bagian dari Program Kompetisi Kampus Merdeka bertempat di ruang Teleconference lantai 3, Selasa 21 November 2023.
Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UMK Prof. Dr. Ir. H. Muh.Nurdin sekaligus membuka pelaksanaan Lokakarya.
Kegiatan ini mengangkat tema “Pengembangan Pembelajaran Inovatif Berbasis Project Based Learning (PjBL) dan Problem Based Learning (PBL).
Lokakarya ini menghadirkan Prof. Dr. Suyadi dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Prof. Drs. Ahmad dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sebagai narasumber, yang berkesempatan melakukan pendampingan penyusunan Modul Pembelajaran Berbasis Problem Based Learning.
Dalam pemaparan materinya Prof, Drs. Ahmad mengatakan yang harus dibuat terlebih dahulu Universitas Muhammadiyah adalah peta kurikulum dan membuat dulu kebijakan, serta SOP dari delapan kegiatan MBKM.
“Kami di UMP memiliki SOP untuk pelaksanaan program MBKM, dimana ada beberapa prosedur yang harus dilakukan mahasiswa UMP, atau mahasiswa yang melaksanakan program pertukaran mahasiswa di UMP,” ungkapnya.
Dalam metode PjBL dan PBL diharapkan ada iklim yang dikembangkan lebih bersifat, kolaboratif dan keterampilan, dimana mahasiswa dapat belajar tidak hanya dari perkuliahan saja tetapi dapat menggunakan berbagai cara dan kegiatan.
Tambahnya, di PjBL dan PBL dosen berperan sebagai pendamping, motivator dan fasilitator bagi mahasiswa, dimana metode belajar yang digunakan adalah mencari masalah sebagai langkah awal dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalaman dalam beraktifitas secara nyata.
Metode project kebaharuan dalam lingkup mahasiswa yang bertujuan untuk menemukan problem solving dari setiap pembelajaran yang telah dilakukan, terselenggaranya acara ini dapat menciptakan butir-butir solusi pembelajaran yang relative tepat dengan project yang sesuai dan bermanfaat untuk kedepannya.
Tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan Lokakarya ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dosen program studi PSP dalam menyusun rencana pembelajaran semester yang menerapkan pendekatan PjBL dan PBL.
Dimana output yang diharapkan nantinya adalah tersedianya minimal 5 dokumen rencana pembelajaran semester (RPS) dan modul pembelajaran pendekatan PjBL dan PBL pada mata kuliah inti program studi PSP.
Reporter : Gustiono



























