
Kendari, Jaringansultra.com – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UHO melalui Jurusan Ilmu Sejarah dan Jurusan Arkeologi menyelenggarakan Seminar Nasional ISEAR II dengan tema “Ekologi dalam Persepketif Arkeologi dan Sejarah”.
Kegiatan Seminar Nasional ISEAR II ini diselenggarakan di Aula Hotel Zahra Kota Kendari, Selasa 30 Juli 2024.
Turut dihadiri langsung Rektor Universitas Halu Oleo, Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Ketua Senat Fakultas Ilmu Budaya, Kepala Bidang Kebudayaan dari Diknas Provinsi dan Kabupaten dan beberapa narasumber dari Kepala Organisasi Riset Arkeologi, bahasa dan Satra (OR. ARBASTRA) BRIN dan sejumlah Universitas di Indonesia seperti UGM dan UNHAS.
Tema dalam kegiatan ini dilatar belakangi oleh pentingnya memahami ekologi dalam perspektif arkeologi dan sejarah. Hal ini didasari oleh kesadaran bahwa ekologi merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan manusia dan telah menjadi perhatian utama dalam berbagai disiplin ilmu.
Ketua Panitia Seminar Nasional ISER II, Abdul Alim menyampaikan, bahwa Seminar ini diselenggarakan oleh Jurusan Ilmu Sejarah dan Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo. Seminar ini pertama kali dilaksanakan pada tahun 2022, dan tahun 2024 ini merupakan penyelenggaraan yang kedua.
“Kegiatan seminar ini akan mempresentasikan 22 artikel yang terbagi dalam bidang Arkeologi, Sejarah, Bahasa dan Sastra,” pintanya.
Selain itu, Ketua Jurusan Arkeologi itu menjelaskan Seminar Nasional Ilmu Sejarah dan Arkeologi II (ISEAR-II) 2024 ini memiliki tujuan untuk menyediakan platform bagi para peneliti, akademisi, dan praktisi untuk berbagi pengetahuan dan temuan terbaru terkait ekologi dalam konteks arkeologi dan sejarah.
“Kegiatan ini juga dapat mendorong diskusi dan kolaborasi antar disiplin ilmu untuk mengembangkan pemahaman yang lebih holistik tentang hubungan antara manusia, budaya, dan lingkungan dan menghasilkan rekomendasi dan solusi untuk mengatasi tantangan ekologis yang dihadapi masyarakat saat ini,” jelasnya.
Dirinya berharap dengan adanya Seminar Nasional ini dapat meningkatan pengetahuan dan pemahaman mengenai hubungan antara ekologi, arkeologi, dan sejarah, serta dampaknya terhadap kehidupan manusia dan lingkungan. Pengembangan wawasan dan perspektif baru tentang pendekatan interdisipliner dalam memahami permasalahan ekologis yang kompleks.
“Peluang untuk berjejaring dan berkolaborasi dengan para ahli dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu, serta memperluas jaringan profesional. Akses terhadap informasi terbaru mengenai penelitian, temuan, dan inovasi terkait ekologi dalam konteks arkeologi dan sejarah, Kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik yang berkelanjutan, serta memberikan solusi bagi permasalahan ekologis yang dihadapi masyarakat saat ini,” harapnya.
Reporter : Ebit Vernanda
Editor : Ridho



























