Karasi, Kuliner Tradisional Leluhur Buton Rasanya Manis Renyah Menggoda

887
Karasi, camilan khas Buton dan Wakatobi. (Istimewa)

Jaringansultra.com- Makanan khas Sulawesi Tenggara yang bernama Karasi ini memiliki cita rasa khas manis masyarakat lokal. Selain itu kue khas pulau Buton ini juga dibuat dari bahan dasar jagung dan gula merah cair atau disebut gola bone lonsa. Karena dulu belum ada tepung beras dan gula pasir.

Tetapi sekarang diganti dengan tepung beras dan gula pasir.

Uniknya lagi kue ini dicetak dengan batok kelapa hingga berbentuk seperti rambut karena harus dibuat berongga.

Karasi ini dikenal camilan khas masyarakat Wakatobi dan Buton. Karasi merupakan tradisi leluhur Buton yang masih terpelihara hingga saat ini. Cara penyajiannya, sangat nikmat dinikmati sambil minum kopi atau teh panas. Karasi memiliki cita rasa manis dengan tekstur renyah yang menggoda.

Cara pembuatannya

Pembuatan makanan yang satu ini juga cukup unik karena cetakan yang digunakan ketika membuat karasi terbuat dari batok kelapa yang telah di bentuk dan diberi lubang-lubang kecil.

Karasi siap dicicipi.

Resep pembuatannya memang cukup rumit, tetapi mudah jika sudah dipraktekkan. Cukup siapkan bahan dasarnya seperti tepung beras, sedikit terigu, gula pasir. Kemudian semua bahan ini dicampur menggunakan air dan dicetak di atas batok kelapa kemudian digoreng minyak panas.

Lebih rincinya seperti ini, campur tepung beras, tapioka, gula pasir, garam, vanili dan telur ayam. Aduk semua bahan. Campurkan kental manis ke dalam air. Tuang air ke dalam adonan hingga terbentuk adonan cair kental.

Saring adonan ke dalam wadah lain untuk memisahkan adonan yang kira-kira masih menggumpal. Haluskan lagi sisa bahan yang menggumpal hingga tercampur rata. Siapkan saringan dengan lubang-lubang kecil.

Panaskan wajan dan minyak secukupnya. Masukkan adonan ke dalam cetakan, tuang ke dalam wajan sambil diputar-putar hingga terbentuk seperti sarang. Lipat adonan yang sudah merah keemasan, gulung dan angkat jika sudah krispi.

Lakukan hingga adonan habis, dianginkan. Karasi khas Sulawesi Tenggara siap dinikmati dan simpan di stoples agar tidak melempem.

Ragam Model Karasi

Terdapat beragam model atau jenis kuliner Karasi

Epu-epu, bentuknya seperti lingkaran yang dibagi menjadi dua sama besar.

Camilan Karasi.

Sisi komba, berbentuk menyerupai bulan sabit.

Korolipa, memiliki bentuk persegi panjang.

Koro bata, modelnya seperti korolipa dan sedikit dilipat secara horizontal.

Dai tangkora, model ini sama dengan jajaran genjang.

Fengke, memiliki arti paha, karena modelnya seperti paha manusia. Orang Tomia menyebut karasi model ini dengan boto lenso dan koro kampuru.

Lulubala, bentuknya seperti gulungan kue dadar.

Kapa’a pa’a, karasi model ini memiliki bentuk seperti bintang laut.

Poporoki/tolu jikku/tolu pigu, memiliki bentuk segitiga sama kaki.

Koro tihe/tangaba, model karasi jenis uni persis seperti bulu babi di laut.

Koro sampalu, modelnya layaknya buah asam jawa.

Tangaba, bentuknya seperti mangkuk terbalik.

Kulu-kulu, modelnya menyerupai bubu, perangkap ikan yang dianyam dari bambu. (Adv)

Facebook Comments Box
Iklan