Jaringansultra.com- Selain terkenal dengan keindahan alamnya, Sulawesi Tenggara juga sarat dengan kekayaan kuliner. Ada beberapa jenis masakan khas Sulawesi Tenggara yang unik dan tidak ditemukan di daerah lain.
Kuliner daerah ini juga memiliki bumbu khas dengan aroma menyengat yang menggugah selera. Jika wisatawan sedang berkunjung ke Sulawesi Tenggara, sempatkanlah untuk mencoba makanan khas Bumi Anoa ini.
Salah satu kuliner tradisional yang enak dicicipi ialah tombole. Tombole ini merupakan makanan khas masyarakat Tomia di Kabupaten Wakatobi. Tombole merupakan kuliner berbahan baku ubi kayu yang diparut dan dimasak dengan cara dibakar menggunakan batu panas di dalam tanah.
Singkong yang merupakan bahan dasar dari tombole diolah menjadi kaopi terlebih dahulu. Singkong tersebut diperas airnya dan dikeringkan. Kaopi lalu diberi tambahan bumbu untuk memperkuat cita rasa. Tombole akan dibumbui garam dan parutan kelapa untuk penikmat asin, sementara penikmat manis dapat menambahi gula merah.
Kemudian, bahan-bahan tersebut dibungkus dengan daun nangka atau janur seperti pada lapa-lapa. Setelah itu, barulah tombole dibakar dibakar dengan batu panas di dalam tanah.

Tombole akan dibakar hingga kering dengan warna cenderung gelap. Kamu bisa menyantap makanan khas Sulawesi Tenggara ini di pagi hari atau bahkan membawanya sebagai oleh-oleh.
Di Pulau Tomia biasa menyebutnya Hebatua atau dalam bahasa Indonesia berarti bakar batu. Tradisi bakar batu sudah lumrah di beberapa daerah lain dengan membakar berbagai jenis hasil kebun bahkan hewan. Namun di Tomia, hebatua adalah proses membakar tombole, makanan tradisional Tomia berbahan baku ubi kayu parut.
Cara membuat tombole, terlebih dahulu kupas ubi kayu lalu cuci sampai bersih. Satu-per satu ubi kayu diparut. Lalu dibungkus menggunakan potongan karung. Bungkusan ubi kayu parut lantas di jepit menggunakan kayu untuk mengeluarkan kandungan airnya. Oleh masyarakat Buton teknik ini disebut gepe, yakni cara membuat kaopi.

Tombole berbahan dasar kaopi yang baru digepe. Tunggu kaopi sampai benar-benar kering kira-kira selama tiga jam. Lalu kemudian membuat adonan tombole. Untuk tombole original berbahan dasar kaopi, sedikit garam, dan parutan kelapa.
Sedangkan tombole manis, ditambai campuran gula merah. Adonan tombole dibungkus menggunakan daun kelapa yang dibentuk hampir menyerupai lapa-lapa.
Selanjutnya ditusuk menggunakan lidi agar menjadi satu rangkaian lalu siap dibakar. Tombole dibakar menggunakan batu membara. Maka terlebih dahulu yang dilakukan adalah membakar tumpukan batu ukuran sebesar kepalan orang dewasa. Lubang tanah sudah disiapkan sebagai tempat membakar tombole.
Setelah batunya benar-benar panas, masukan tombole ke dalam lubang galian. Tindis tatakan tombole menggunakan batu panas. Lalu tutup dengan beberapa lembar daun pisang hingga uap panasnya tidak menguap. Beberapa menit kemudian tombole sudah masak.
Rasanya enak. Masyarakat Tomia biasa makan tombole di saat pagi hari atau bisa juga untuk oleh-oleh. Makanan khas ini dibuat ketika ada kegiatan tertentu atau jika ingin makan tombole saja. (Adv)




























