Disparekraf Muna Optimalisasi Pengembangan 11 Desa yang Miliki Potensi Wisata

4
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar rapat koordinasi (Rakor) terkait optimalisasi pengembangan desa wisata di daerah tersebut.

Raha, JaringanSultra.com-Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar rapat koordinasi (Rakor) terkait optimalisasi pengembangan desa wisata di daerah tersebut. Giat ini bertempat di ruang rapat Dinas Parekraf setempat, Senin (6/2/2023).

Kepala Dinas Parekraf Muna, Syahrir menyampaikan, bahwa Rakor tersebut sebagai upaya untuk mendorong desa di Muna menjadi berinovasi dan berdaya saing.

“Pemerintah Kabupaten Muna tengah menyiapkan desa wisata untuk mengikuti Anugerah Pesona Indonesia dan Anugerah Desa Wisata Indonesia,” kata Syahrir saat memberikan keterangan pers usai Rakor.

Syahrir menyebut, desa wisata saat ini menjadi trend baru pengembangan pariwisata di Indonesia. Hal ini sesuai dengan arah pandang Kementerian Pariwisata dalam pengembangan pariwisata untuk mengimplementasikan inovasi, adaptasi dan kolaborasi.

Ia menjelaskan, menjadi kunci utama menyambut pariwisata era baru pasca pandemi dengan mengedepankan aspek kualitas dan keberlanjutan lingkungan, serta memberi manfaat pada usaha-usaha masyarakat sehingga lapangan kerja terbuka seluas-luasnya.

“Desa-desa yang bakal diikut sertakan sudah siap tinggal saling berkolaborasi satu sama lain,” ujarnya.

Syahrir menambahkan, program desa wisata juga sejalan dengan program Pakemsisdesa yang sedang dirintis oleh Pemkab Muna. Sehingga, melalui rapat gabungan tersebut pihaknya meminta untuk saling mendukung satu sama lain dengan berbagai OPD, Pemcam dan Pemdes.

“Tahun 2023 Dinas Parekraf tak memiliki anggaran sehingga kita mendorong OPD lainnya untuk mendorong kesiapan desa wisata. Begitupun juga pihak kecamatan dan desa harus mempersiapkan diri,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pada Rakor ini dihadiri Ketua TP PKK Muna, Yanti Setiawati Rusman dan diikuti 20 desa dari 11 kecamatan yang memiliki potensi wisata.

Adapun desa yang memiliki potensi wisata, yakni Desa Lakarinta, Desa Lohia, Desa Lakarama, Desa Liangkabori, Desa Lasunapa, Desa Moolo, Desa Kogholifano, Desa Bhakealu, Desa Labone, Desa Masalili, UPT. Kota Wuna, Desa Walengkabola, Desa Laiba.

Kemudian, Desa Liwumetingke, Desa Kondongia, Desa Wabintingi, Desa Wadolao, Desa Poaroha, Desa Tapi-Tapi, dan terakhir Desa Langkoroni. (C)

Reporter: Ebit Vernanda
Editor : Haerun

Facebook Comments Box
Iklan