Dosen UHO Sosialisasi Jenis Organisme Pengganggu Tanaman Jagung di Desa Warambe Muna

30
Foto bersama dosen UHO dan petani di desa Warambe

Raha, JaringanSultra.com – Dosen Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo (UHO) melaksanakan sosialisasi pengenalan organisme pengganggu tanaman (OPT), pada tanaman jagung dan bagaimana teknik pengendaliannya pada kelompok tani Labotoro di Desa Warambe, Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna, Selasa 30 Mei 2023.

Program kemitraan masyarakat tersebut menjadi agenda rutin setiap tahun dan sebagai bagian dari kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat).

Selain para dosen, kegiatan tersebut juga melibatkan perwakilan mahasiswa yang berstatus aktif sebagai bagian dari proses pendidikan untuk menambah pengetahuan mahasiswa di lapangan.

Sosialisasi dilaksanakan di Desa Warambe karena saat ini Kabupaten Muna sedang gencar-gencarnya mengembangkan produksi dan produktivitas jagung untuk kebutuhan ekspor. Apalagi Desa Warambe areal pertanaman jagung sekitar 60 Hektare.

Kemudian, petani desa warambe melakukan budidaya tanaman jagung belum sesuai dengan teknik-teknik budidaya yang sesuai.

“Misalnya menanam benih yang unggul, melakukan pengolahan tanah, belum melakukan pemupukan, belum mengatur jarak tanam yang sesuai, tidak melakukan penanaman serentak sehingga umur tanaman jagung beragam dan petani melakukan penanaman sepanjang tahun tanpa masa istirahat, sehingga populasi organisme pengganggu tanaman dapat terus bertahan hidup karena makanannya tersedia sepanjang tahun.” Ucap Waode Siti Anima Hisein melalui pesan whatsapp.

“Petani Desa Warambe melakukan tindakan pengendalian dengan menggunakan pestisida kimia tanpa memperhitungkan ambang batas dari intensitas serangan dan intensitas kerusakan di pertanaman. Aktivitas ini dapat memicu ledakan hama dimasa depan karena hama akan menjadi resisten dan lebih kuat, sehingga sulit dikendalikan,” terangnya.

Kata dia, salah satu tujuan sosialisasi agar petani dapat mengenali jenis-jenis organisme pengganggu tanaman seperti hama, pathogen dan gulma yang biasanya menyerang tanaman jagung serta bagaimana teknik pengendaliannya.

“Karena tidak semua hewan yang datang ke areal pertanaman jagung berperan sebagai hama. Bisa juga berperan sebagai musuh alami hama atau juga berperan sebagai pollinator,” katanya.

Olehnya itu, sebagai akademisi, pihaknya berharap, petani dapat mengenali orgranisme yang datang ke areal pertanamannya sehingga dapat melakukan tindakan pencegahan jika terjadi serangan hama dan penyakit dengan tepat sasaran hanya pada OPT bukan Non OPT seperti lebah dan yang lainnya.

Untuk pencegahan OPT, dosen proteksi tanaman ini menyarankan agar petani dapat melakukan rotasi tanaman dengan tanaman lain yang bukan inang, seperti tanaman dari jenis legum atau jenis Solanaceae untuk memutus siklus OPT khususnya hama Spodoptera frugiperda yang saat ini mendominasi serangan dilahan petani.

Petani juga dapat melakukan penanaman tanaman pinggir seperti serai, atau menaman tumbuhan yang mempunyai bunga sebagai refugia untuk memperindah lahan sekaligus mengundang dan menyediakan musuh alami seperti predator dan parasitoid sebagai mikrohabitanya dengan harapan bisa mengendalikan OPT secara alami.

“Kami mengharapkan para petani lokal mampu secara mandiri memutuskan tindakan budidaya tanaman dan pengendalian OPT yang efektif dan efisien,” tutupnya.

Untuk diketahui, dosen Fakultas Pertanian yang memberikan sosialisasi yakni : Waode Siti Anima Hisein (Proteksi Tanaman),
Prof. Dr. Ir. La Rianda, M.Si, (Ilmu Teknologi Pangan), Dr. Ir. Dirvamena Boer, M.Sc.Agr., (Pemuliaan Tanaman), Arsy Aysyah Anas, S.P., M.P, (Ilmu Tanah) dan Hijria (Agroteknologi). Kemudian Syaiful Nur Kholiq (Mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman).

Selain itu, turut hadir wakil Bupati Muna Bachrun Labuta, Camat Parigi, Milandy Laode Bangsawan, Kepala Desa Warambe Muhammad Anshar, Penyuluh Pertanian La Dosi dan Babinsa.

Reporter: Ebit Vernanda
Editor : Ridho

Facebook Comments Box
Iklan