Bupati Muna Apresiasi Kadis Pertanian Dalam Gebtakan Pembangunan Pabrik Jagung.

5
kegiatan Musrenbang kecamatan sekaligus peresmian pabrik jagung di kecamatan kabawo kabupaten Muna.

Raha, Jaringansultra.com – Bupati Muna, LM. Rusman Emba mengapresiasi gebtakan yang dilakukan Kadis Pertanian Muna Anwar Agigi hingga terbangunnya Pabrik jagung yang bisa membawa perubahan kesejahteraan pada masyarakat terutama petani jagung.

Ia menyebut pabrik jagung yang dibangun bukan hanya ketersedian kebutuhan pakan, namun juga untuk kebutuhan makan dan minuman.

“Pabrik jagung ini, di Indonesian baru tiga yang ada salah satunya di Kabupaten Muna, sehingga saat ini kita membuka lahan 30 hektare sebagai tahap awal,” ucapnya.

Sementara itu, kesediaan lahan saat ini berkisar 30.000- 40.000 Hektare yang tersebar di Kampung lama Kecamatan Tongkuno, dibagian Muna Utara dan Muna timur.

Ia menambahkan saat ini telah membangun kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan pembukaan lahan tambak yang bertempat di wilayah Muna Timur.

Sementara itu, Dalam Musyarawah Rencana Pembangunan (Musrembang) yang dilaksanakan di Kecamatan Kabawo, Kepala Badan Perencanaa Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Muna meminta pada Para Kepala Desa (Kades) agar memprogramkan 10 Hektare per desa dalam mendukung Pabrik jagung milik Pemerintah Daerah Kabupaten Muna.

Musrembang yang diikuti dari Kecamatan Kabawo, Parigi, Tongkuno, Tongkuno Selatan, Bone, Marobo, Kabangka dan Watopute turut dihadir Bupati Muna, Ir. La Ode Rusman Emba, Sekda Muna, Eddy Uga bersama OPD. Senin 27 Februari 2023.

Musrembang sekaligus peresmian Pabrik jagung terletak di Desa Bea Kecamatan Kabawo turut di hadiri para Kepala Desa dan BPD.

“Dengan adanya pabrik jagung akan menghasilkan jagung yang berkualitas dan memiliki nilai jual yang tinggi hingga membuka lowongan kerja,” ucapnya.

Lanjutnya, dengan hadirnya pabrik terbesar ke tiga se-Indonesia tantangan yang dihadapi kekurangan bahan baku yakni jagung hibrida sehingga diharapkan kerja sama dengan kepala desa untuk memprogramkan 10 hektare setiap desa.

“Kalau bisa di DD bisa diprogramkan 10 hektar per desa sehingga pabrik ini tidak kekurangan bahan baku,” katanya.(C)

Reporter: Ebit Vernanda
Edito : Haerun

Facebook Comments Box
Iklan