Seorang Pemuda di Muna Tewas Ditikam saat Hadiri Acara Joget, Polisi Periksa 20 Saksi

7
Kantor Kepolisian Resor (Polres) Muna.

Raha, Jaringansultra.com – Kepolisian Resor (Polres) Muna memanggil 20 orang saksi untuk melakukan pemeriksaan terhadap meninggalnya warga dari Desa Labunti, Kecamatan Lasalepa, Kabupaten Muna bernama Aksar Yandi (20).

Korban meninggal dunia usai menghadiri acara joget/lulo yang bertempat di Desa Bonea, pada malam Sabtu 18 Februari 2023 sekitar pukul 02.00 Wita dini hari.

Kapolres Muna, AKBP Mulkaifin melalui Kasat Reskrim Polres Muna, Iptu Alamsyah saat dikonfirmasi wartawan Jaringansultra.com, mengatakan, bahwa pihaknya belum mengetahui pelaku dari meninggalnya warga dari Desa Labunti.

Saat ini sementara masih dilakukan pemeriksaan saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti.

“Saat ini, kami memanggil 20 orang untuk dimintai keterangannya,” ucap Iptu Alamsyah lewat via telpon selulernya.

Ia menjelaskan, adapun kronologis kejadian tersebut bermula korban bersama rekannya yakni, DY, RA, FH, AT, AM, AP, MJ, ES dan IG pergi ke tempat acara ulang tahun di kediaman salah seorang warga di Desa Bonea.

Saat berada di tempat pesta, tiba-tiba korban bersama rekannya dikejar sekelompok orang tak dikenal. Lalu korban mencoba melarikan diri dan dilemparkan batu di acara tersebut.

“Kemudian korban berkata kepada rekannya, bahwa dirinya telah terkena batu dari lemparan orang tak dikenal tersebut dan langsung tergeletak di Jalan Raya,” ujarnya.

Ia menambahkan, melihat korban tergeletak di Jalan Raya, rekannya langsung datang menolong dan mengangkatnya, namun korban sudah berlumuran darah.

“Rekannya langsung membawa korban ke RS. Baharuddin Muna untuk menjalani perawat medis dan saat diperiksa dokter korban mengalami luka robek bekas tikaman di bagian punggung. Kemudian korban meninggal dunia.

Sementara itu, salah seorang saksi yang merupakan rekan korban bernama KD mengatakan tidak mengetahui secara pasti apa penyebab sehingga terjadi insiden lempar batu.

“Awalnya kami pergi ramai-ramai di acara joget di Desa Bonea, selang beberapa waktu kemudian terdengar teriakan dan tiba-tiba kami dilempar batu, namun kami juga memberikan perlawanan. Karena jumlah mereka banyak lalu kami lari untuk kembali ke desa kami. Namun ketika kami sedang melarikan diri teman saya itu (Korban) tiba-tiba lemas dan jatuh di antara perbatasan Desa Labunti dan Bonea,” ungkapnya.

“Sepertinya korban ditikam ketika kami berlarian melewati tempat yang kebetulan gelap dari cahaya lampu. Namun saya tidak melihat secara pasti siapa pelakunya,” sambungnya.(C)

Reporter: Ebit Vernanda/Asep Wijaya
Editor : Ridho

Facebook Comments Box
Iklan