Tarif Angkutan Kapal Feri Raha-Pure Naik, Ini Penjelasan Pemda Muna

216
Kadis Kominfo Muna, Muh. Haidar.

Raha, Jaringansultra.com – Pemerintah Kabupaten Muna memberikan penjelasan mengenai kenaikan tarif angkutan penyebrangan kapal Feri dengan rute pelayaran Raha-Pure.

Plt. Bupati Muna, Drs. Bachrun melalui Kadis Kominfo, Muh. Haidar menyampaikan, bahwa sebenarnya Pemda Muna tidak memaknai atau menginginkan penyesuaian tarif tersebut, kenaikan tarif angkutan ini berdasarkan keinginan dari pihak PT. ASDP cabang Bau-Bau.

Ia melanjutkan, bahwa pada dasarnya Pemda Muna hanya menindak lanjuti penyampaian dari pihak ASDP cabang Bau-Bau mengenai kenaikan tarif angkutan Ferry dan tidak ada niat untuk membebani masyarakat, namun mencarikan solusi untuk mempermudah masyakat dalam aktifitas sehari-hari.

“Penyesuaian tarif harga bagi pengguna jasa kapal Ferry Raha-Pure disebabkan 2 hal yakni terjadinya kenaikan harga BBM dan pemberhentian status subsidi bagi kapal Ferry dari Pemerintah Pusat, saya harap masyarakat dapat menyikapi hal itu dengan baik” ungkap Muh. Haidar, Rabu 10 Juli 2024.

Sementara itu, Kadis Perhubungan Muna La Ode Nifaki Toe mengatakan, bahwa mengenai kenaikan tarif angkutan Ferry Raha-Pure ini, pihak Pemda Muna sebelumnya telah mendapatkan surat resmi dari pihak ASDP cabang Bau-Bau.

Berdasarkan surat resmi yang dikeluarkan ASDP cabang Bau-Bau, disampaikan bahwa lintasan Raha-Pure yang dilayani oleh KMP Mujair terhitung mulai tahun 2024 lintasan tersebut berubah status semula lintasan subsidi menjadi Lintasan Komersial.

Setelah mendapatkan surat dari PT. ASDP cabang Bau-Bau ini, Pemda Muna langsung melakukan rapat untuk membahas dan merevisi permintaan penyesuaian tarif tersebut, yang pada saat itu dihadiri para kepala OPD terkait, perwakilan masyarakat Muna Timur yang diwakili 5 Kecamatan, dan dihadiri camat Katobu dan Batalaiworu.

“Dari Hasil Rapat itu, pihak ASDP mengajukan tarif Feri 2 kali lipat atau lebih tinggi, Namun Pemda Muna langsung melakukan revisi terkait pengajuan terif tersebut,” pintanya.

Pihak ASDP menjelaskan jika tidak ada penyesuaian tarif harga, maka kapal Feri Raha-Pure hanya bisa beroperasi yang awalnya 5 trip dalam sehari maka akan berubah menjadi 1 trip dalam sehari, bahkan bisa saja Feri penyeberangan Raha-Pure akan dihentikan, disebabkan tidak di dukungnya biaya operasional yang meningkat.

“Maka dari itu, berdasarkan alasan diatas, maka pihak ASDP dan Pemda Muna mendapat kesepahaman akan tarif harga kapal Ferry yang sekarang sedang berjalan,” tuturnya.

Reporter : Ebit Vernanda

Editor : Ridho

Facebook Comments Box
Iklan