715 Rumah Terendam Banjir di Kota Kendari, 1 Korban Meninggal

171
Sebanyak 715 rumah terendam banjir di Kota Kendari.

Kendari, Jaringansultra.com – Banjir melanda kota kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Senin, 4 Maret 2024. Kejadian banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang bersamaan dengan air laut pasang serta akibat luapan kali Lasolo sehingga drainase tidak dapat menampung debit air.

“Pusat pengendalian operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan pada Kamis 7 Maret 2024 wilayah terdampak meliputi 11 kelurahan di 6 Kecamatan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya.

“Kelurahan Lahundape di Kecamatan Kendari Barat, Kelurahan Korumba di Kecamatan Mandonga, Kelurahan Punggolaka di Kecamatan Puuwatu, kelurahan Kadia, Bende, Pondabea, kelurahan Anaiwoi di Kecamatan Kadia, kelurahan Anawai, Wua-wua, Bonggoeya di Kecamatan Wua-wua dan kelurahan Anggoeya di kecamatan Poasia. Dampak banjir yang paling parah terjadi di Kelurahan Sodhoa, Kecamatan Kendari Barat, dan di daerah Lasolo,” tambahnya.

Ia menyebut, ratusan kepala keluarga (KK) terdampak dan 1 korban jiwa meninggal dunia.

“Pasca bencana banjir menyebabkan, 715 kepala keluarga terdampak dan 1 jiwa meninggal dunia, sedangkan kerugian materi sebanyak 715 unit rumah terendam dan 1 kantor lurah terdampak,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia meminta BPBD Kota Kendari berkoordinasi dengan pemerintahan setempat dan melakukan pendataan dan melakukan pembersihan rumah warga yang terdampak banjir bersama Damkar Kota Kendari, Balai Wilayah Sungai dan Masyarakat.

Ia juga mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk lebih meningkatkan kesiapsiagaan mengantisipasi kejadian banjir serupa, dengan menjaga lingkungan, dan membuat alternatif serapan air.

Sementara itu, Kasi Logistik BPBD Kota Kendari, Dedi mengatakan, kondisi banjir sebagian wilayah berangsur surut.

“Namun ada wilayah yang kembali dilanda banjir akibat curah hujan tinggi pada Rabu pukul 2 dini hari. Banjir setinggi 1, 5–2 meter terjadi di daerah kelurahan Sanua, dan kampung Salo. Dampak dari banjir sebagian korban mengungsi ke rumah saudara, BPBD bersama Dinas Sosial mendirikan dapur umum di Kelurahan Sanua dan Kampung Salo,” ujar Dedi kepada media ini, Kamis 7 Maret 2024.

Dedi menambahkan, antispasi banjir dilakukan tim gabungan melakukan pembersihan drainase sudah secara rutin, namun besar luapan air dan terjadi air laut pasang sehingga air tidak bisa mengalir ke laut. Kendala penanganan banjir jumlah personil yang kurang karena luasnya lokasi banjir, serta lokasi banjir sulit dijangkau, akses yang kecil dan jalan berbuki-bukit.

Reporter : Asep

Editor : Ridho

Facebook Comments Box
Iklan