Dianggap Maju, Pemda Muna Pilih Koltim sebagai Lokasi Studi Tiru

19
Pemda Muna melakukan studi tiru penerapan aplikasi e-Pengedalian dan Simonela di Kabupaten Kolaka Timur.

Koltim, Jaringansultra.com – Sejumlah jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Muna melakukan studi tiru di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) terkait penerapan Alikasi e-Pengendalian dan Aplikasi Simonela Koltim, di Aula Bappeda Koltim, pada Rabu, 15 November 2023.

Dalam kegiatan ini, mereka diterima Sekda Koltim, Andi Muh Iqbal Tongasa bersama sejumlah pimpinan OPD dan kepala bagian. Sedang Pemda Muna dipimpin Ahmad Yani Biku sebagai Staf Ahli Bupati Muna.

Dalam sambutan, Sekda Koltim Andi Muh Iqbal Tongasa menyampaikan selamat datang kepada jajaran Pemda Muna di Aula Bappeda Kolaka Timur.

Ia juga memaparkan Kabupaten Kolaka Timur mulai dari mekar atau berdiri sebagai DOB pada 11 Januari 2013 lalu, hingga kini termasuk potensi, prestasi dan semua bentuk pembangunan yang telah dilaksanakan, mulai dari bupati pertama hingga saat ini.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Muna Ahmad Yani Biku mengucapkan terima kasih kepada Pemda Koltim yang sudah menerima jajaran Pemda Muna dengan penuh keramahan dan keceriaan.

Staf Ahli Bupati Muna, Ahmad Yani Biku saat berkunjung di Aula Bappeda Kolaka Timur.

“Perkembangan di Kolaka Timur ini, luar biasa sangat pesat sejak beberapa puluhan tahun lalu. Kami melihat dan menilai, meski baru 11 tahun berdiri, tapi birokrasinya sudah tertata dengan baik termasuk urusan lainnya. Itulah salah satu alasan kami kenapa memilih Koltim sebagai lokasi studi tiru,” ucap Ahmad Yani.

Untuk aplikasi Simonela diakui Ahmad Yani adalah Koltim yang baru memulai di Sulawesi Tenggara dan ini sangat bermanfaat bagi daerah, mengingat lagi gencar-gencarnya diterapkan.

“Kami (Pemda Muna) juga gencar membangun, tapi tidak pernah evaluasi soal apa manfaat dan sebagainya. Tapi dengan aplikasi ini (Simonela), bisa menjangkau semua termasuk evaluasi. Sehingga apliaksi ini harus diterapkan di daerah kami,” jelasnya.

Soal pangan kata dia, setelah mereka melakukan evaluasi terkait penanggulangan inflasi, ternyata beras yang mereka gunakan selama pemberian bantuan penanggulangan inflasi di Muna, bersumber dari Koltim dan Bombana.

“Nanti Pemda Koltim dan Pemda Muna, akan menandatangani kerjasama soal pengadaan gabah. Agar tidak ada lagi suplay beras dari luar Sultra. Kenapa kami beli gabah bukan berasnya, biar cepat tersalurkan dan akan banyak manfaatnya kalau hanya gabah dibanding beras jadi,” tutupnya.

Reporter : Asep

Editor : Haerun

Facebook Comments Box
Iklan