Kendari, Jaringansultra.com -Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari terus mengajak semua stakeholder diantaranya pengguna jasa agar menjaga kondusifitas di seluruh pelabuhan Kendari.
Kepala KSOP Kelas II Kendari, Letkol Marinir Sri Utomo mengatakan pelabuhan merupakan gerbang perekonomian yang mampu membantu ketersediaan kebutuhan bahan pokok bahan bangunan dan komoditi lainnya.
“Pelabuhan Kendari ini salah satu pintu masuk di kawasan Indonesia timur, maka sangat penting kita jaga bersama kondisi baik di pelabuhan kita ini, “kata Sri Utomo kepada peserta rapat di pelabuhan Bungkutoko Kendari, Kamis 12 Oktober 2023.
Ia menjelaskan, berkaca pada kisruh konflik internal kepengurusan tenaga kerja bongkar muat (TKBM) yang membuat kondisi di pelabuhan Kendari sempat memanas.
Olehnya itu sangat penting, KSOP mengundang semua seluruh pengguna jasa di pelabuhan guna mendudukkan bersama terkait seluruh guna duduk bersama membicarakan persoalan yang banyak dihadapi oleh para pengguna jasa di kawasan pelabuhan.
“Misalnya ada kendala-kendala yang ditemukan di lapangan, baik itu dari segi pelayanan, perizinan dan sejumlah hal lainnya. Dengan adanya pertemuan ini, kegiatan yang ada di pelabuhan bisa lancar,” katanya.
Menurutnya, jika suatu masalah dibiarkan berlarut larut akan mengganggu aktivitas di pelabuhan sehingga dengan kebersamaan yang dibangun, pihaknya yakin dapat menyelesaikan persoalan di lapangan.
“Tujuan dari pertemuan ini untuk memajukan pelabuhan kita di Kendari, mengoptimalkan kegiatan yang ada dan meningkatkan PNBP negara sehingga menjadi contoh bagi pelabuhan lainnya di Indonesia”, harapnya.
Sementara itu, perwakilan pengurus TKBM Karya Bahari, La Ode Ngkolilino mengatakan langkah yang dilakukan KSOP sangat bermanfaat.
“Kami sangat berterimakasih dengan gagasan kepala ksop yang mengumpulkan kami semua, banyak hal yang bisa kita diskusikan khususnya soal aktivitas bongkar muat di pelabuhan Kendari ini, “jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini sebagai momentum gerakan bersama semua pihak di pelabuhan guna bersama bertanggung jawab menjaga kondisi yang kondusif di pelabuhan.
“Kita akan jaga pelabuhan Kendari agar tetap kondusif, tentu perlu kerja sama semua pihak,” tutupnya.
Untuk diketahui, Rakor tersebut melibatkan agen pelayaran, Jasa Pengurus Tranportasi (JPT), Perusahaan Bongkar Muat (PBM) maupun Terminal Khusus (Tersus).
Reporter : Haerun
Editor : Ridho




























