oKendari, Jaringansultra.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar rapat koordinasi (Rakor) pengembangan pemasaran pariwisata kabupaten/kota Se-Sulawesi Tenggara dengan tema “Bergerak Bersama Sukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia/Bangga Berwisata di Indonesia di Provinsi Sulawesi Tenggara” yang dilaksanakan di Hotel Claro Kendari, Jum’at 9 Juni 2023.
Pada Rakor tersebut yang menjadi narasumbernya Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI), Dwi Marhen Yono.
Kepala Dispar (Kadispar) Sultra, Belli Tombili mengatakan, bahwa di tahun ini Sultra menjadi tuan rumah salah satu gerakan nasional yakni Gerakan Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia yang disampaikan langsung oleh presiden RI Joko Widodo melalui pidatonya, pada 29 September 2022 lalu.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan untuk tahun 2023, pihaknya menargetkan 6.6 juta kunjungan pariwisata di Sulawesi Tenggara.
“Tapi yang menariknya beberapa Minggu yang lalu dari data kunjungan pariwisata di tahun 2022, ternyata performance pariwisata Sulawesi Tenggara tidak kala ciamiknya dengan daerah-daerah lain,” kata Belli Tombili.
Kata dia, di Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi salah satu yang progres kunjungan pariwisata tertinggi di Sulawesi. Sedangkan untuk Sulawesi Selatan peningkatannya hanya 300 persen dari 9 juta sampai 30 juta di tahun 2022.
“Alhamdulillah, dari 2.5 juta pelaku perjalanan bisa tembus sampai 12 juta. Tentu ini tidak bisa terlepas dari kerja keras kita semua dalam mendorong pariwisata, sehingga bisa menghadirkan wisatawan baik lokal maupun dari manca negara,” jelasnya.
Belli mengungkapkan, di tahun ini pihaknya akan melakukan revisi repair pariwisata daerah di Sulawesi Tenggara, yang dimana sudah ditetapkan dan akan dilaksanakan di pertengahan tahun 2023.

Dalam revisi repair akan memasukan konsep arah pengembangan pariwisata berdasarkan keputusan Gubernur Nomor 310 Tahun 2022 tentang konsep pariwisata Sulawesi Tenggara yang mengacuh pada tujuh destinasi prioritas wisata sebagai penyangga kawasan Wakatobi.
“Tujuh destinasi penyangga kawasan Wakatobi sudah disosialisasikan di Kabupaten/kota yang dimana wilayah antara lain, kawasatan Mata Rombeo di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), kawasan Kendari-Toronipa, kawasan Labengki di Kabupaten Konawe Utara (Konut), kawasan Pulau Padamarang di Kabupaten Kolaka, Taman Nasional Rawa Oapa Watumohai di Kabupaten Bombana, kawasan Mangrove di Kabupaten Buton Utara (Butur) dan Gua Liang Kabori di Kabupaten Muna,” tuturnya.
Sementara itu, Kemenparekraf RI, Dwi Marhen Yono menyampaikan, bahwa dari Kementerian Pariwisata rutin mengadakan Rakor tiga bulan sekali khusus di bidang pemasaran.

“Alhamdulillah hari ini di Provinsi Sulawesi Tenggara mengadakan Rakor dengan mengundang 17 Kabupaten/kota tentang pengembangan pemasaran pariwisata,” ujar Marhen.
Menurut dia, melalui lingkaran survei untuk menikmati seni budaya lokal mencapai angka 28 persen. Selain itu menghadiri event-event 24 persen, menikmati kuliner khas 22 persen dan menikmati keindahan alam hanya 18 persen.
“Oleh karena itu, hasil survei ini bisa memberikan perataan pembangunan melalui sisi pemasaran untuk bagaimana Dinas Pariwisata menyiapkan tim reaktif seperti desain grafis, fotografer, narator dan kemudian nantinya menyiapkan konten-konten kreatifnya,” pungkasnya.
“Jadi ini salah satu upaya kami menyamakan resepsi dan memberikan motivasi yang belum memiliki tim reaktif,” tambah Marhen. (Adv)
Reporter : Asep




























