Kades Korupsi Dana Desa Buat Skincare, Warganet : Glowing Sampe Ke Penjara

80
Kades Katulisa, Kecamatan Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten Erpin Kuswati korupsi dana desa buat beli skincare. Foto : Gelumpai.ID

Kendari, Jaringansultra.com – Kepala Desa (Kades) Katulisa, Kecamatan Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten Erpin Kuswati terjerat kasus korupsi usai menggelapkan dana desa sebesar 499 Juta Rupiah.

Kades Katulisan telah diamankan dan mendekam dalam tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang pada Selasa, 23 Mei 2023 waktu lalu.

Melansir Liputan6.com, perkara korupsi itu bermula ketika Desa Katulisan menerima anggaran tahun 2020 yang totalnya mencapai Rp1,3 miliar. Anggaran tersebut berasal dari Dana Desa Murni tahun 2020 senilai Rp724 juta dan sisa Dana Desa Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp585 juta.

Desa Katulisan kemudian kembali mendapatkan Dana Desa Murni tahun 2021 sebesar Rp1 miliar. Plh Kepala Kejari Serang, Adyantana Meru Herlambang, mengatakan bahwa penyidik mendapat sejumlah temuan dari penggunaan Dana Desa. Di antaranya kelebihan pembayaran dan tidak menyetorkannya ke Kas Desa, hingga tidak membayarkan honor penjaga kantor pada 2021.

“Ada kelebihan pembayaran yang tidak disetorkannya pajak ke Kas Negara, tidak diserahkannya honor kepada penjaga kantor, kegiatan fisik yang masih dalam proses perhitungan,” ungkapnya seperti dilansir dari liputan6.com.

Adyantana mengatakan, Erpin ditahan selama 20 hari kedepan sejak 23 Mei 2023 di Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Serang. Jaksa khawatir Erpin akan melarikan diri, merusak dan menghilangkan barang bukti, serta mengulangi tindak pidana. “Tersangka ditahan pada 23 Mei 2023 selama 20 hari ke depan di Rutan Klas IIB Serang,” terangnya.

Berdasarkan hasil sementara laporan audit Inspektorat Kabupaten Serang terkait pengelolaan Dana Desa tahun anggaran 2020 dan 2021, Erpin menyebabkan kerugian negara sebesar Rp499,3 juta atau hampir setengah miliar rupiah.

Sampai saat ini, belum bisa dipastikan aliran dana tersebut digunakan untuk apa saja dan kemana saja sehingga butuh proses penyelidikan lebih lanjut. Yang jelas, kasus korupsi seorang Kepala Desa di Banten menggegerkan masyarakat.

Banyak yang menduga bahwa dana itu digunakan untuk keperluan pribadi seperti untuk membeli baju hingga skincare.

Kasus ini menarik perhatian banyak warganet yang beramai-ramai memberikan komentarnya di akun Instagram @lambeturah

“Buset, muka 500 jt buat apasih bu?. Skincare dan treatment yang dakbon, kasih aja jauh harga segitu udah bikin se RW pangling,” tulis warganet.

“Glowingnya bisa menerangin kamar penjara,” komentar warganetlain.

“Glowingnya merakyat,” timpal warganet lain.(C)

Reporter : Aris
Editor : Ridho

Facebook Comments Box
Iklan