Dewan Dukung Pemerintah Kota Kendari Dalam Pengembangan Wisata Baru di Tondonggeu

27
Anggota DPRD Kota Kendari, Ilham Hamra (kiri) bersama Sekda Kendari, Ridwansyah Taridala (tengah) saat pertemua secara virtual dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut DJPRL agenda verifikasi teknik pengembangan pariwisata Tondonggeu

Kendari, Jaringansultra.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari mendukung pemerintah kota dalam pengembangan wisata di Tondonggeu, Kecamatan Nambo untuk menjadi destinasi wisata baru bagi masyarakat di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Anggota DPRD Kota Kendari Ilham Hamra mengatakan, DPRD selalu mendukung program Pemkot Kendari dalam pengembangan wisata tersebut. Karena dengan pengambangan objek wisata akan berdampak positif bagi masyarakat dan daerah, terutama dalam sektor perekonomian dan pengembangan UMKM masyarakat.

“Kami sangat mendukung, karena
dengan adanya pengembangan sektor pariwisata, tentu menjadi nilai yang sangat baik bagi daerah. Terutama Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga akan meningkat melalui sektor pariwisata tersebut,” kata Ali Akbar, Sabtu 6 Mei 2023.

Politisi Partai Demokrat ini mengatakan, pengembangan sektor pariwisata ini pemerintah kota harus betul-betuk menyiapkan sarana dan prasarana yang dapat menunjang untuk kenyamanan pengunjung.

“Untuk melakukan pengembangan tempat wisata tidak serta merta harus dilakukan satu kali, namun dilakukan secara bertahap. Jadu jika tempatnya nyaman dan sejuk tentunya akan banyak menarik para pengunjung,” ujarnya.

Untuk itu, ia menghimbau kepada para masyarakat jika tempat wisata sudah dibuka jangan merusak fasilitas umum yang dibangun oleh pemerintah kota dan menjag kebersihan tempat wisata tersebut.

Anggota DPRD lain, La Ode Ali Akbar menambahkan, DPRD mendukung pengembangan wisata tentunya melalui penganggaran, baik anggaran infrastruktur maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Anggota DPRD Kota Kendari, Ilham Hamra (kiri) bersama Sekda Kendari, Ridwansyah Taridala (tengah) saat pertemua secara virtual dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut DJPRL agenda verifikasi teknik pengembangan pariwisata Tondonggeu

Lanjutnya, dengan pengembangan wisata Tondonggeu di Kecamatan Nambo ini tentunya akan memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat yang ada di wilayah tersebut.

“Jika ini bisa diwujudkan, berarti akan bisa membuka lapangan kerja baru, dan mendorong peningkatan perekonomian terutama masyarakat sekitar tempat wisata tersebut,” tutupnya Ali Akbar, Minggu 7 Mei 2023.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Kendari Ridwansyah Taridala meminta
Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (DJPRL) memberikan win-win solusi. Sebab pembangunan kawasan ini merupakan tindaklanjut pengembangan kawasan Pariwisata pantai Nambo yang sudah disusun lebih awal.

“Pemerintah kota akan berupaya semaksimal mungkin memberikan layanan prima terhadap investasi di Kota Kendari, tentu berharap banyak dari pemerintah provinsi secara berjenjang sampai pihak kementerian untuk sama-sama kita mencari solusi,” ungkapnya.

Kemudian Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kendari Fauziah A Rachman menjelaskan, pihaknya
merancang kawasan wisata di Kelurahan Tondonggeu ini akan dibangun di atas permukaan laut ini. Saat ini sedang dalam tahap pengurusan izin persetujuan dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (DJPRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

Wisata Tondonggeu di Kelurahan Tondonggeu, Kecamatan Nambo, Kota Kendari

Lanjutnya, usulan ini disampaikan karena kewenangan pengelolaan kawasan perairan laut sudah diserahkan pada Pemerintah Pusat. Belum lama ini DJPRL menggelar verifikasi teknik pengembangan pariwisata Tondonggeu oleh DJPRL KKP secara daring. Pemerintah Kota Kendari yang dipimpin Sekda Kota Kendari, mengikuti pertemuan ini di Command Center Kantor Balai Kota Kendari.

“Dari hasil verifikasi itu, kawasan yang diusulkan Dinas Kebudayaan Pariwisata Kota Kendari ini tumpang susun dengan usulan pengelolaan oleh PT Kendari Kawasan Industri Terpadu yang akan menjadikan wilayah itu sebagai kawasan pelabuhan,” jelasnya.

Ia menambahkan, usulan pemerintah kota pengembangan kawasan wisata itu di lahan seluas 35,44 hektare diharapkan ada titik terang dan kepastian.

“Kami berharap sekali bahwa pertemuan ini sudah menjadi titik akhir dari permohonan kami dalam pengembanga pariwisata Tondonggeu,” harapnya. (Adv).

Reporter : Haerun
Editor : Ridho

Facebook Comments Box
Iklan