
Kendari, Jaringansultra.com Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi, menjadi Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 Tahun Provinsi Sultra, bertempat di lapangan upacara Kantor Gubernur Sultra, Kamis, 27 April 2023. HUT Bumi Anoa kali ini mengusung tema “Aman Sukses Membangun Sultra”.
Upacara tersebut diawali dengan pembacaan sejarah pembentukan Provinsi Sultra ditetapkan sebagai Daerah Otonom berdasarkan Perpu No. 2 tahun 1964 Juncto UU No.13 Tahun 1964. Kemudian penghormatan Lambang Daerah Provinsi Sultra.
Dalam sambutannya, Ali Mazi mengatakan, catatan sejarah serta capaian pembangunan hingga saat ini, tidak lepas dari upaya dan kerja keras para pendahulu.
“Selaku penikmat hasil kerja keras dan karya para pendahulu, maka kita wajib untuk melanjutkan hal-hal positif yang telah dicapai dalam pembangunan daerah Sultra,” katanya.
Usai memimpin upacara HUT Sultra, Ali Mazi langsung audiense bersama kepala desa, camat dan lurah se-Sultra.
Dalam Audiense tersebut, Ali Mazi menyampaikan bahwa selama masa pemerintahannya, berhasil meningkatkan peringkat Indeks Desa Membangun (IDM), yang pada tahun 2018 Sultra masuk dalam kategori desa tertinggal. “Hari ini menjadi kategori desa berkembang pada tahun 2022,” katanya.
Capain itu, jelas dia dilihat dari menurunnya jumlah desa sangat tertinggal dan tertinggal dari 1.541 desa tahun 2018 menjadi 7 desa sangat tertinggal pada tahun 2022. Kemudian, meningkatnya jumlah desa berkembang dan maju dari 393 Desa tahun 2018 menjadi 1.597 Desa tahun 2022.
Selanjutnya, terang orang nomor satu di Sultra ini terwujudnya desa mandiri, dari tidak ada pada tahun 2018 menjadi 4 desa mandiri pada tahun 2022, yaitu Desa Lasalimu Kecamatan Lasalimu Selatan Kabupaten Buton, Desa Walando Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah, Desa Tamboli Kecamatan Samaturu Kabupaten Kolaka dan Desa Iwoimendaa Kecamatan Iwoimendaa Kabupaten Kolaka.
“Terkhusus untuk camat, lurah dan kepala desa yang telah bekerjasama dengan membangun wilayah masing-masing, dan saya berharap ke depan tidak ada lagi desa berstatus tertinggal atau sangat tertinggal di Provinsi Sulawesi Tenggara, sebagai wujud peran pemerintah Provinsi Sultra dalam melakukan pembinaan dan fasilitasi terhadap pelaksanaan pemerintahan di daerah,” harapnya.

Dikesempatan ini, Ali Mazi menegaskan beberapa hal sebagai berikut, pertama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat diperlukan aparatur yang profesionalisme, inovatif dan kreatif Karna aparatur merupakan ujung tombak atau barisan terdepan dalam melaksanakan pelayanan pablik.
Kedua, Pemerintah Prov. Sultra dan Kabupaten/Kota selalu bersinergi untuk melakukan peningkatan atau upgrading, kompetensi dan integritas apatur penyelenggaran pemerintah baik di kecamatan, kelurahan maupun desa, Ketiga untuk tahun 2023 ini pemerintah pusat dan pemerintah provinsi bersinergi dalam menguatkan pemerintah desa dengan Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD).
“Jadi yang akan dilatih seluruh kepala desa, perangkat desa dan lembaga kemasyarakatan yang ada di desa. Program ini diharapkan dapat kuat kapasitas kelembagaan dan sistem akuntabilitas yang akan mengarah pada peningkatan kualitas belanja di tingkat desa, sesuai dengan kebutuhan yang berkontribusi terhadap perbaikan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat desa.
Lalu, jelas Ali Mazi pemerintah kecamatan akan terus melakukan koordinasi dengan OPD di daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan, layanan publik dan pemberdayaan masyarakat baik di desa ataupun di kelurahan, sehingga dapat memberikan pelayanan yang maksimal. “Pemerintah provinsi juga terus berupaya mendorong ekonomi desa,” imbuhnya.
Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada kepala desa, lurah, badan permusyawaratan desa, aparat desa atau kelurahan, lembaga-lembaga desa atau kelurahan dalam melakukan memberikan hasil terbaik atau berpartisipasi dalam pembangunan desa atau kelurahan, seperti memberikan hadiah atau pendanaan program inovatif.
“Dalam kesempatan ini, saya juga ingin mengimbau menyampaikan marilah kita berdoa bersama-sama agar pelaksanaan Rakernas, APDESI di seluruh Indonesia dilaksanakan di Sulawesi Tenggara,” tuturnya.
Kata dia, Gubernur Sultra selaku kepala pemerintahan mendukung kegiatan pelaksanaan Rakernas di Provinsi Sultra. “Semoga kedepannya akan terus bekerjasama dalam mewujudkan Sultra yang aman, maju, sejahtera dan bermartabat,” ucapnya.
Provinsi Sultra sendiri sudah berusia 59 tahun. Di masa kepemimpinam Gubernur Ali Mazi dan Lukman Abunawas telah banyak melaksanakan dan melakukan terobosan-terobosan pembangunan bertaraf internasional dan bertaraf strategis.
“Hari ini di tengah-tengah pademi Covid, saya dan Lukman Abunawas masih melakukan pembangunan bersama dengan DPRD Provinsi Sultra. Kami telah menyelesaikan pembangunan rumah sakit bertaraf internasional, juga jalan tol toronipa untuk akses pariwisata, perpustakaan bertaraf internasional dan kita akan merencanakan pembangunan kantor gubernur 23 lantai,” tandasnya. (Adv)



























