HIPTI Dukung Kompetisi Brand Kaos Lokal Sultra Bakal Dilaksanakan di 3 Kota

11
Ketua PB HIPTI, Rusmin Abdul Gani (kiri) saat konferensi pers

Kendari, Jaringansultra.com – Distrock yang merupakan brand kaos lokal asal Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal menggelar festival T-Shirt Design Competition 2023 yang rencananya dilaksanakan diKota Kendari, Kota Baubau dan Kolaka.

Ketua Distrock, Imam Sw mengatakan,
untuk jadwal kompetisi dilakukan di tiga kota, yakni Kota Baubau pada 22-24 Juni 2023, lalu Kolaka 13-15 Juli 2023 di Stadion Gelora 45 dan Kota Kendari pada 22-24 September lokasinya di Eks MTQ sebagai puncak acara.

“Jumlah peserta kita tidak batasi, karena ini adalah ruang-ruang kreatifitas. Persyaratannya itu umum, jadi siapa pun bisa terlibat,” kata Imam Sw saat ditemui di salah satu Warkop di Kendari, Rabu malam 19 April 2023.

Ia menjelaskan, dalam kompetisi itu para kreator millenial khususnya di dunia desain bisa tumbuh dalam membangun bisnis melalui kreatifitas.

“Harapan kita ke depan Distrock ke depan dapat mempromosikan kreativitas-kretivitas itu di luar Sultra
dengan skala yang lebih luas atau secara nasional,” tutupnya.

Ia menambahkan, kompetisi tersebut ada dua kategori, pertama yakni tri order terbanyak lalu penjurian internal dari panitia yang akan memilih 10 terbaik yang bakal menjadi projek kompilasi Distrock ploting di 2023.

Sementara itu, Ketua Komunitas Generasi Indonesia, Racil menerangkan Distrock sendiri diilhami oleh perkawinan antara konsepsi ploting dan musik.

“Nantinya dari 10 kompetisi terbaik bakal disupport potensi produksinya secara massal dan menjadi ambasador ketika dibawa di ruang-ruang yang lebih besar. Apakah itu di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Himpunan Pengusaha Tolaki Indonesia (HIPTI) yang mewadahi festival Distrock, Rusmin Abdul Gani menerangkan, sebagai inkubator bisnis pihaknya mendukung ekonomi kreatif seperti Distrock.

Ia menambahkan, saat ini tidak hanya bergerak pada satu bidang usaha saja, melainkan mulai dari bidang pertambangan, perikanan, kelautan, peternakan, pakan, namun juga di bidang UMKM ekonomi kreatif.

“Kita target sudah harus go nasional atau go internasional. Karena HIPTI bekerja untuk mengakomodir potensi yang bisa berproduksi dan menghasilkan ekonomi untuk pembangunan masyarakat,” tutupnya.(C)

Reporter : Haerun
Editor : Ridho

Facebook Comments Box
Iklan