Kendari, Jaringansultra.com- Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berkerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) memberikan bimbingan pranikah remaja usia sekolah (Brus) di beberapa sekolah di Kendari.
Kepala Kemenag Kota Kendari H. Muhammad Lalan Jaya mengatakan, bahwa kegiatan pranikah ini merupakan program pemerintah pusat lebih sektor Islam setiap tahun dilaksanakan pada saat bulan suci ramadan.
Tujuan dari kegiatan ini untuk membekali siswa-siswi sekolah bahwa jangan menikah pada usia dini silahkan lanjutkan dulu pendidikan karena aturan agama atau aturan undang-undang pernikahan itu maksimal sembilan belas tahun.
“Tahun lalu kegiatan pranikah diselenggarakan hanya satu kali di hotel dengan jumlah peserta kurang lebih 450 orang sementara untuk tahun ini sesusai dengan definisi dari pemerintah pusat pesertanya kurang lebih 1000 orang,” kata Muhammad Lala Jaya saat di temui di Aula SMA Negeri 1 Kendari.
Lanjutnya, kegiatanya untuk tahun ini dilaksanakan di beberapa sekolah umum dan sekolah agama yang ada di Kota Kendari, kalau dilakukan hanya satu kali seperti tahun lalu tidak efektif, karena pesertanya terlalu banyak untuk tahun ini
“Sementara untuk teknik pelaksanaan itu di serahkan kepada KUA Kota Kendari untuk berkordinasi dengan pihak Puskesmas, BKKBN dan Kepala Sekolah,” tuturnya.
Selai itu terkait dengan stunting yang di jelaskan pihak Puskesmas dan BKKBN apa bahaya stunting ketika menikah di usia dini dan apa efek atau bahaya menggunakan narkoba
Ia menjelaskan bahwa, pihaknya harus memberikan penguatan pada anak-anak sekolah jangan sampai melakukan hal-hal yang bertantangan dengan norma-norma agama, norma susila dan norma melanggar hukum yang berlaku di Sulawesi Tenggara ini.
“Berharap mudah-mudahan dari seribu orang peserta ini bisa menjadi agen perubahan untuk kedepannya. Apalagi Kota Kendari baru saja melaunching gerakan orang tua asu bebas stunting karena saat ini stunting menjadi isu nasional,” jelasnya.
Ia menambahkan, Kemenag turun serta karena sudah ada kalborasi dengan pemerintah pusat untuk bersama-sama bergerak mencegah stunting ini.
“Maka dari itu kami melakukan pencegahan dan penguatan di usia-usia sekolah, jangan sampai lima tahun kedepannya bisa jadi bertambah lagi stunting kita,” tutupnya.(C)
Reporter : Tino V
Editor : Haerun




























