Kendari, Jaringansultra.com – Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) melaksanakan apel pasukan angkutan laut lebaran 2023 di Pelabuhan Kendari, Senin 10 April 2023.
Apel pasukan KSOP Kelas II Kendari dengan instansi terkait ini guna mempererat koordinasi dan konsolidasi untuk melayani masyarakat yang akan melaksanakan mudik lebaran Idulfitri 1444 Hijriah/2023 melalui jalur laut.
Usia melakukan Apel Pasukan Kepala KSOP Kelas II Kendari, Agus Winartono bersama instansi terkait
melakukan peninjauan kapal Pelni yang akan difungsikan saat mudik lebaran.
Agus Winartono mengatakan mudik tahun ini pihaknya menyediakan
35 armada laut dari berbagai jenis kapal dan ukuran dan telah dilakukan pemeriksaan fisik maupun dokumen kelayakan dari kapal-kapal tersebut.
“Kapal-kapal ini nantinya akan melayani saudara-saudara kita yang akan mudik lewat laut. Kita doakan saja nanti cuacanya juga baik biar semuanya nanti bisa berjalan dengan lancar sesuai dengan tema ‘Mudik Aman dan Berkesan,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, puncak arus mudik lewat jalur laut di wilayah Sultra diperkirakan terjadi pada 18 sampai 20 April, karena pada 19 April itu pemerintah telah menetapkan cuti bersama atau libur.
“Biasanya itu teman-teman atau saudara kita itu besoknya cuti malamnya sudah pada pulang. Itu kita sudah antisipasi,” jelasnya.
Untuk itu, Agus Winartono mengimbau masyarakat agar melakukan mudik lebaran jauh-jauh hari untuk menghindari kepadatan penumpang.
“Jangan menunggu mendekati hari lebaran baru mudik. Karena kalau puncak-puncaknya sangat tidak nyaman,” bebernya.
Terlebih lagi, lanjutnya data tahun 2022 lalu jumlah arus mudik mencapai 40 ribuan penumpang dari H-15 hingga puncak Idulfitri dan diprediksi tahun ini pemudik bakal naik lagi hingga di atas 10 persen.
Mengantisipasi itu, KSOP telah menyiapkan langkah-langkah jitu dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk mendirikan posko pengamanan.
“Juga kita siapkan kapal-kapal cadangan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang,” tutupnyam
Sementara salah seorang pemudik, Ardi mengaku, memilih pulang kampung lebih awal untuk menghindari kepadatan penumpang yang terjadi setiap tahunnya.
“Apa lagi kalau sudah padat penumpang rawan muatan kapal juga berlebihan, sehingga menimbulkan penumpang berdesak-desakan membuat kita tidak nyaman,” tutupnya.(C)
Reporter : Haerun
Editor : Ridho




























