Kendari, Jaringansultra.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar rapat kerja Koni Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2024 degan tema “Organisasi Sehat, Bersama Raih Prestasi”. Tema ini diusung bermaksud untuk melakukan pembinaan pada atlet untuk meraih prestasi yang baik.
Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara Andap Budhi Revianto, dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Drs. Asrun Lio memberikan sambutan sekaligus membuka rapat kerja (raker) Prov Koni Sulawesi Tenggara tahun 2024. Kegiatan ini diselenggarakan di Sahid Hotel Azizah Syariah Kendari. Selasa 30 Juli 2024.
Salah satu tujuan dalam Rakerprov tersebut adalah membuka pemikiran KONI di daerah dan seluruh pengurus Cabor terkait persiapan Sultra menuju PON XXI Aceh-Sumut yang akan digelar 8 hingga 20 September 2024.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Alvian Taufan Putra menyampaikan, bahwa raker ini membahas terkait kesiapan KONI Sultra untuk menghadapi PON XXI di Aceh.
“Kita dalam kurang waktu hampir kurang lebih 50 hari lagi akan melaksanakan PON di Aceh, di daerah Sumut pada tanggal 5 September. Oleh karena itu, kami KONI Sultra akan memberangkatkan kurang lebih 130 atlet yang akan diikutsertakan di 29 cabang olahraga,” ucap Alvian.
Menurut Alvian, keikutsertaan para atlet tersebut tidak terlepas dari dukungan semua pihak. Di Tengah keterbatasan anggaran. Salah satu fokus utama KONI Sultra adalah meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Terlebih atlet-atlet ini berasal dari kabupaten/kota. KONI Sultra juga berupaya menjalin kerjasama dengan dunia usaha untuk mendapatkan dukungan finansial.
“Kami KONI sudah melaksanakan Sponssif, kami mencari-cari gabungan pengusaha-pengusah lain maupun KONI kabupaten, kami sudah bersurat untuk membantu KONI Provinsi dalam mencapai prestasi,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Ketua Umum KONI Pusat salam hal ini diwakili oleh Ketua Bidang Organisasi KONI Pusat, Mayor Jendral TNI (P) Eko Budi Soeprianto, menyampaikan, harapanya pada Raker ini untuk membahas program strategis untuk perkembangan pembinaan cabang olahraga di Sultra. Ia juga berharap akan adanya pembicaraan tentang rancangan calon tuan rumah pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) ke-15 tahun 2026.
Terkait PON di Aceh, Eko Budi Soeprianto menyatakan, kegiatan PON tersebut dijadikan perhelatan yang bersejarah karena akan dilaksanakan untuk pertama kalinya di 2 (dua) Provinsi, diikuti 38 Provinsi, termaksud 4 (empat) Provinsi daerah otonomi baru dan daerah Provinsi IKN ( Ibu Kota Nusantara). Selain itu, ajang Sumut menjadikan momentum pemersatu olahraga prestasi dan juga perpisahan masyarakat olahraga prestasi dengan pasangan Presiden RI Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.
Sementara itu, Pj. Gubernur Sultra dalam hal ini diwakili oleh Sekda Sultra Asrun Lio menyampaikan pesan Pj. Gubernur Sultra terkait rakor ini yaitu untuk menyusun program KONI Tahun 2024/2025 dan tentunya dengan tersusunya program kerja KONI Provinsi Sulawesi Tenggara untuk di Pedomani, sehingga dapat terus berkembang untuk membina KONI kabupaten/kota pengurus cabang olahraga dan cabang olahraga fungsional untuk dapat meraih prestasi pada event nasional maupun internasional.
Lanjutnya, terkait persiapan Sultra pada PON XXI di Aceh-Sumut tahun 2024 yang kini semakin dekat, Pemda Provinsi yang telah memberikan anggaran, dan akan menyerahkan anggaran tersebut sepenuhnya terhadap KONI Sultra dikelola sebaik mungkin untuk persiapan keikutsertaan pada PON Ke-21 di Aceh-Sumut.
“Pemerintah Provinsi akan melakukan dukungan. Oleh karena itu, kita serahkan ke KONI untuk benar-benar mengatur anggaran yang sudah ada itu,” kata Asrun Lio.
Ia menambahkan, untuk persiapan PON ke-21, diharapakan KONI Sultra melakukan langkah-langkah persiapan kepada para atlet, official, dan manager yang akan bertanding pada pekan olahraga. Pemerintah akan memberikan anggaran untuk persiapan tersebut untuk digunakan dan dimanfaatkan sesuai perencanaan yang sudah dilakukan oleh KONI Sultra.
“Usulan KONI itu memang banyak, tetapi kami sudah melakukan audit oleh inspektorat. Oleh karena itu, hasil audit kita sampai pada keputusan angka yang sudah ditetapkan oleh APBD Provinsi Sultra,” tutupnya.
Reporter : Asep
Editor : Ridho




























