Kendari, Jaringansultra.com – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Sulawesi Tenggara (Sultra) telah selesai melakukan proses wawancara kepada bakal calon (Balon) kepala daerah untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada), pada November 2024 mendatang.
Terdapat 17 kabupaten kota yang bakal melaksanakan pesta demokrasi lima tahunan di Sultra, salah satunya Kabupaten Buton Utara (Butur). Untuk Butur PDIP berhasil meraih 3 kursi hasil Pemilu dan masih kurang 1 kursi lagi untuk bisa mendaftarkan calonnya di KPU Butur.
“Saat ini semua proses dan tahapan calon kepala daerah di PDIP sudah selesai dan selanjutnya akan dilakukan survei dalam waktu dekat ini,” kata Wakil Ketua DPD I PDIP Sultra Agus Sana’a, akhir pekan kemarin.
Agus Sana’a mengatakan, untuk Pilkada Butur ada beberapa nama baik itu kader PDIP maupun non kader. Untuk kader ada anggota dewan pertimbangan DPD PDIP Sultra, Ahali dan Ketua DPC PDIP Butur Ahmad Afif Darvin. Sementara non kader Ada Abdul Salam Sahadia dan Fahrul Muhammad.
Kedua kader PDIP ini masing-masing membawa satu nama untuk berpasangan pada Pilkada nantinya. Untuk Ahali yang sebelumnya mendaftar sebagai 02, namun dalam proses Ahali menyatakan diri maju sebagai 01 dengan membawa Muhammad Fahrul sebagai pasangannya.
Sementara untuk Afif yang mendaftar sebagai 02 di PDIP untuk maju Pilkada Butur membawa Abdul Salam Sahadia sebagai calon bupati untuk berpasangan.
“Ahali membawa Fahrul sebagai pasangannya. Sementara Afif membawa Abdul Salam Sahadia sebagai pasagannya untuk calon bupati di PDIP saat maju Pilkada Butur,” ungkapnya.
Ia menambahkan, PDIP dalam Pilkada tetap mengutamakan dan mengusulkan kader. Tapi kalau hasil survei tidak memungkinkan untuk kader menang, maka diberikan kesempatan pada non kader yang dianggap memiliki potensi untuk menang Pilkada.
“Sama-sama berpotensi untuk mendapatkan PDIP dan keputusan akhirnya itu hasil survei yang nantinya diserakan ke DPP,” jelasnya.
Saat ini, terang dia proses yang akan berjalan itu adalah survei dilaksanakan pada Juni mendatang dan hasilnya dikeluarkan pada Juli mendatang. Dalam survei itu segala kemungkinan bisa terjadi karena semua calon ketika disurvei akan dikombinasikan untuk saling berpasangan.
“Tergantung dari simulasi, nanti kita akan lihat hasil survei. Siapa yang tertinggi dalam simulasi ini akan diajukan ke DPP yang memutuskan siapa yang mendapatkan PDIP pada Pilkada Butur,” tutupnya.
Reporter : Haerun
Editor : Ridho




























