
Buranga, Jaringansultra.com– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buton Utara (Butur) Sulawesi Tenggara (Sultra), Sujono kembali melakukan kunjungan reses di daerah pemilihan (Dapil)-nya. Reses ini dijadwalkan selama satu Minggu, dari tanggal 9 sampai 14 Februari 2023.
Sujono merupakan anggota DPRD Butur periode 2019-2024, berasal dari Dapil Kecamatan Kulisusu Utara dan Wakorumba Utara.
Untuk menyerap aspirasi konstituennya, Sujono kembali menyambangi masyarakat di dua titik, yakni Desa Labuan Bajo dan Lasiwa, Wakorumba Utara (Wakorut).
Dari kunjungan tatap muka bersama pemerintah dan masyarakat setempat, Wakil Ketua II DPRD Butur itu berhasil mencatat sejumlah aspirasi untuk diperjuangkan di parlemen.
“Ada usulan dari masing-masing desa yang tempat reses saya di Desa Labuan Bajo dan Desa Lasiwa,” kata Sujono.
Saat bertandang di Labuan Bajo, Politisi Partai Golongan Karya ini diminta mengupayakan pembangunan talud pantai. Usulan ini disampaikan oleh warga setempat karena Labuan Bajo merupakan desa yang terletak wilayah di pesisir.
Warga setempat menaruh harapan kepada Sujono selaku perwakilan masyarakat dapil 3 untuk mengawal dan menyuarakan usulan ini agar pembangunannya mendapat porsi anggaran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Butur.
“Untuk Desa Labuan Bajo mengusulkan pembangunan talud pantai di sekitar daerah pasar mereka,” katanya.
Sujono dalam kunjungannya di Labuan Bajo tidak hanya sekadar mendengarkan aspirasi masyarakat saja.
Legislator Butur tiga periode itu juga turut ambil bagian dalam proses pembangunan masjid dengan menyerahkan bantuan. Dengan harapan, pekerjaan pembangunan tempat ibadah tersebut berjalan lancar sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk menjalankan ibadah dengan nyaman.
“Di samping itu saya memberikn bantuan semen untuk pembangunan masjid di desa tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, dalam kunjungannya di Desa Lasiwa, Wakil Ketua II DPRD Butur, juga mencatat sederet aspirasi dari masyarakat setempat. Misalnya saja, akses menuju pasar belum didukung infrastruktur jalan yang memadai, sehingga masih butuh sentuhan program pemerintah yang bersumber dari APBD Butur.
Pembangunan talud sungai juga menjadi usulan warga setempat, untuk dikawal dan disuarakan di parlemen.
“Untuk Desa Lasiwa usulkan sarana jalan ke pasar dan talud sungai serta memberikan bantuan kepada nelayan berupa jaring, sedangkan petani berupa tangki semprot dan obat pembasmi rumput,” terangya.
Ketua DPD Partai Golkar Butur ini memberikan respon positif terhadap apa yang disampaikan masyarakat pada kunjungan reses tersebut. Semua usulan yang dititipkan kepadanya ditampung untuk selanjutnya ia perjuangkan di dewan sesuai kapasitasnya sebagai wakil rakyat.
Menurutnya, pembangunan talud pantai dan sungai ini sangat urgen untuk diprogramkan demi kenyamanan dan keselamatan warga setempat, utamanya yang berpotensi terdampak aliran sungai ataupun gelombang laut.
Tidak terkecuali jalan akses menuju pasar, juga penting disuarakan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat melakukan aktivitas jual beli di pasar.
“Saya berjanji serta memberikn harapan kepada masyarakat kedua desa tersebut, insya Allah akan saya memperjuangkan pada APBD, baik di perubahan maupun di APBD 2024 dan seterusnya,” tandasnya. (Adv)



























