Buranga, Jaringansultra.com – Pada dasarnya program Sarana Penyedia Air Minum (SPAM) diselenggarakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk memenuhi hak msyarakat atas kebutuhan Air Minum.
Program akses terhadap air bersih dari sumber air tanah yang memadai merupakan tulang punggung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Menyediakan akses air bersih yang berkelanjutan dari sumber air tanah dapat membawa transformasi yang mendalam dalam kehidupan masyarakat desa, dan dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mereka secara keseluruhan.
Pogram SPAM yang ada di desa Langere Kecamatan Bonegunu, Kabupaten Buton Utara (Butur) yang telah dibangun pemerintah setempat pada tahun anggaran 2023 ini dinilai tak berfungsi mengalirkan air ke kediaman masyarakat. Padahalnya, program pengadaan SPAM tersebut menelan anggaran sebesar Rp. 606.144.000.00 yan bersumber dari Dana APBD.
Salah satu warga desa Langere, Jean Arsat melalui releas yang diterima media ini, MInggu, 11 Mei 2025 mengungkapkan, kelangkaan air bersih yang melanda desa Langere sejak tahun ke tahun semestinya menjadi perhatian pemerintah daerah setempat.
“Saat ini, saya meminta kepada Bupati Buton Utara untuk segera mengintrusikan kepada dinas terkait dalam hal ini pihak PUPR kabupaten Buton Utara untuk segera melakukan normalisasi agar air bisa mengalir ke rumah-rumah warga setempat pada tahun 2025 ini,” ujarnya.
Jean yang juga Ketua Ikatan Pemuda dan Mahasiswa Desa Langere menjelaskan, sebelumnya pada tahun 2024 kemarin, masyarakat Langere telah menyuarakan dan mempertanyakan terkait pengfusian SPAM yg ada di desa tersebut kepada pihak terkait dalam hal ini Dinas PUPR Butur.
Dalam tanggapan Kadis PUPR Butur yang kalah itu masih dijabat Jajang Sanjaya selaku Plt Kadis yang sempat dimuat salah satu media online, tepatnya 31 Januari 2025, menyampaikan pihaknya akan menganggarkan optimalisasi SPAM pada tahun 2025, dengan rencana pemasangan kWh listrik untuk mensuplai power listrik pompa air agar bisa di manfaatkan oleh masyarakat.
Tak hanya itu, terang Jean pihaknya juga sempat menyuarakan hal ini kepada DPRD Butur sebagai bentuk pengawasan dan sebagai wakil rakyat untuk menyampaikan aspirasi masyarakat.
Dalam tanggapan pihak legislatif melalui Ketua Komisi I Mazlin mengungkapkan, selama ini pihaknya sudah memberi perhatian terhadap kondisi air tak mengalir sampai ke rumah warga dan berupaya mencari solusi terbaik agar persoalan SPAM di Desa Langere dapat teratasi.
“Dari hasil koordinasi, pihak Dinas PUPR telah berjanji menganggarkan optimalisasi SPAM Langere sebesar Rp 150 juta pada tahun ini dengan rencana mengganti instrumen yang telah rusak. Harapannya, fasilitas SPAM itu dapat dimanfaatkan masyarakat,” kata politisi Partai Demokrat ini.
Maka dari itu, sambung Jean warga Desa Langere menunggu komitmen janji pemda dalam hal ini Dinas PUPR Butur untuk mengoptimalkan pefungsian SPAM tersebut.
Jika memang Dinas PUPR Butur yang hari ini dinahkodai oleh Plt baru setelah mundurnya Plt lama kemarin, apakah masih mau melihat masyarakat Langere untuk bisa menikmati air bersih seperti masyarakat pada umumnya yang ada di daerah ini.
“Karna anggaran untuk normalisasi SPAM Desa Langere masih tersedia, apakah setelah efisiensi itu masih tetap ada atau tidak karna anggarannya pun kan bisa dikategorikan tidak terlalu besar yaitu hanya Rp 150 juta. Kami membutuhkan penegasan ini dari dinas terkait, masih berpihak ke kebutuhan rakyat ataukah semakin apatis,” tanya Jean.
“Sebagai pemimpin baru Buton Utara saya yakin pasti memikirkan kesejahteraan masyarakatnya untuk mewujudkan Butur untuk berubah,” pungkasnya.
Reporter : Asep
Editor : Ridho




























