Usai Dilantik Presiden, Afirudin-Rahman Resmi Pimpin Butur Lima Tahun Kedepan

56
Bupati Butur, Afirudin Mathara-Wakil Bupati Rahman.

Jakarta, Jaringansultra.com – Momentum yang ditungu-tunggu masyarakat Kabupaten Buton Utara (Butur) untuk mendapat pemimpin yang baru akhirnya terwujud. Afirudin Mathara-Rahman telah resmi menakhodai kabupaten yang berslogan Lipu Tinadeakono Sara itu selama lima tahun ke depan.

Kepastian mengenai duet kepemimpinan Afirudin-Rahman itu setelah presiden RI Prabowo Subianto melantik dan mengambil sumpah jabatan para kepala daerah dalam pelantikan gubernur, bupati/walikota dan wakil bupati serentak seluruh Indonesia di istana negara Jakarta Kamis, 20 Ferbruari.

Berdasarkan release resmi dari Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Butur, proses pelantikan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu diawali dengan pengarahan oleh pantia dalam tenda di lapangan Monumen nasional (Monas).

Bupati Butur Afirudin Mathara bersama Wakilnya Rahman sesaat mengikuti tes kesehatan persiapan pelantikan. (Dok)

Berdasarkan keterangan dari Biro Pemerintahan Provinsi Sultra, seluruh gubernur dan bupati se-Sulawesi Tenggara yang dilantik itu diinapkan satu tempat di hotel Sari Pasific. Jarak hotel tempat rombongan menginap ke tempat pelantikan adalah sekitar satu setengah kilo meter. Setelah mendapat pengarahan mereka diarak menuju istana negara yang diiringi drumband dari siswa siswi APDN.

Berdasarkan informasi dari panitia pelantikan Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia, pada esok harinya Jumat, 21 para gubernur, Walikota dan bupati langsung diberangkatkan ke Pusat pendidikan dan latihan (Pusdiklat) Akadem Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.

Di tempat itu mereka akan mengikuti pendidikan mulai dasar-dasar kepemimpinan dan bela negara sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan bangsa selama satu minggu.

Bupati Butur Afiruddin Mathara bersalaman dengan ketua DPRD Provinsi Sultra, Tariala.

Sementara itu sesuai pengarahan Presiden para wakil gubernur, wakil bupati dan wakil Walikota diperintahkan untuk kembali ke daerahnya masing-masing untuk menjalan tugas pemerintahan. Hal tetsebut dilakukan guna mengantisipasi kekosongan tugas-tugas pemerintahan. Sebab jika keduanya diberangkatkan ke Magelang dikwatirkan akan terjadi kekosongan kepemimpinan di daerah.

Sebab setelah bupati terpilih itu resmi dilantik maka secara otomatis bupati sebelumnya berakhir kekuasaan dan masa jabatannya.

Baik Afirudin maupun Rahman pasca pelantikan keduanya belum mengeluarkan pernyataan mengenai program kerja yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu dekat ini atau yang biasa disebut program seratus hari kerja. (Adv)

 

Facebook Comments Box
Iklan