Sultra Tenun Karnaval 2023, Pj Gubernur : Sebuah Harmoni Keberagaman

20
Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto.

Kendari, Jaringansultra.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Sultra Tenun Karnaval tahun 2023. Kegiatan yang dapat menggeliatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) khususnya para pengrajin tenun ini diselenggarakan selama dua hari dari, Sabtu-Minggu, 2 November 2023.

Karnaval ini dalam rangka memperingati Hari Tenun Nasional (HTN). Acara ini mengusung tema “Tenun Sultra, Dari Sultra Untuk Indonesia” dibuka langsung oleh Pj Gubernur Sulawesi Tenggara, Andap Budhi Revianto bertempat di Jalan Ahmad Yani tepatnya di depan Tugu Persatuan Kendari pada Sabtu, 2 Desember 2023 malam.

Dalam sambutannya, Pj Gubernur Sultra mengatakan, bahwa Tenun sebagai sesuatu yang bermakna dan berarti bagi dirinya serta masyarakat Sulawesi Tenggara khususnya Indonesia.

“Bagi saya, Tenun bukan hanya berarti selembar kain yang dipintal dari benang, tapi merupakan mahakarya seni yang berkaitan erat dengan pengetahuan, budaya, kepercayaan, lingkungan alam, serta sistem organisasi dalam masyarakat di Sultra tercinta,” ujar Andap Budhi Revianto dalam sambutannya.

Andap menerangkan, setiap tenunan daerah di Sultra memiliki pola, motif, dan juga corak ciri khas masing-masing. Hal ini menggambarkan sebuah harmoni keberagaman.

“Tenun menandai sebuah keberagaman jika dalam pembuatannya dirangkai dengan rasa dan karsa, maka akan hasilkan karya indah. Tenun juga merupakan gambaran kesabaran rajutan taman sari Indonesia yang Ber-Bhineka Tunggal Ika,” imbuhnya.

Andap juga menginstruksikan kepada para Bupati atau Walikota dan Kepala Perangkat Daerah melakukan tiga langkah untuk menjadikan potensi ekonomi tenun menjadi kekuatan ekonomi.

“Pertama, perbaiki data sebaran pengrajin tenun. Kedua, rumuskan dan berikan program-program yang dapat menguatkan para pengrajin tenun. Ketiga, jangan biarkan para pengrajin dan pedagang tenun berjuang sendiri mempertahankan warisan budaya Sultra,” tegasnya.

Disisi lain, ia mengucapkan terima kasih dan secara terbuka memberi ruang kepada para Pengrajin Tenun yang ingin berdiskusi mengenai tenun Sultra.

“Apresiasi dan terima kasih atas keterlibatan para Pengrajin Tenun. Saya juga memastikan bahwa Pintu Kantor Gubernur terbuka lebar bagi Bapak/Ibu, Saudara/i Pengrajin Tenun apabila ingin berdiskusi dan akan memberikan masukan kepada kami,” pungkasnya.

Sekjen Kemenkumham RI ini menambahkan, kegiatan ini menjadi langkah-langkah dalam rangka melindungi tenun di Sultra.

“Langkah pertama, daftarkan tenun kita pada pada Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) di Ditjen KI Kemenkumham sesuai amanah PP 56 tahun 2022. Kedua, daftarkan juga sebagai indikasi geografis sebagaimana amanah UU 20 tahun 2016 tentang merek dan indikasi geografis,” tutupnya.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Belli menyampaikan, mulainya event Sultra Tenun Karnaval merupakan rangkaian kegiatan peringatan hari jadi Bumi Anoa.

Namun dimasa kepimpinannya selama 2 tahun terakhir, dirinya mengagendakan Sultra Tenun Karnaval sebagai kegiatan rutin tahunan.

“Kita sudah mendapatkan arahan dari Pj Gubernur, kita harap Sultra dapat menjadi tuan rumah untuk kegiatan nasional dan Tenun Sultra dikenal hingga mancanegara,” harapnya.

Guna menggolongkan niatan Tenun Sultra sampai mancanegara, Belli mendorong para pelaku Ekonomi kreatif untuk terlibat dalam event nasional.

Kata dia, Dispar sendiri, telah melakukan promosi Tenun melalui kerjasama luar dengan para mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan luar negeri.

“Tahun lalu juga kita mengikuti kegiatan dan kerjasama dengan mahasiswa yang studi diluar untuk mempromosikan Tenun khas Sultra. Kita juga mendorong pelaku ekraf untuk mengisi kegiatan nasional seperti Indonesia fashion week,” pungkasnya.

Reporter : Asep

Facebook Comments Box
Iklan