Nikmati Keindahan Kota Baubau di Atas Benteng Terluas di Dunia

61
Qurin (dua dari kanan) saat berkujung dengan teman-temannya di Keraton Buton Kota Baubau. Foto : Jaringansultra.com.

Baubau, Jaringansultra.com – Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) memiliki keindahan alam dan budaya yang memukau. Selain memiliki keindahan alam seperti Pantai Nirwan, Kota Baubau juga mempunyai benteng terluas di dunia.

Benteng terluas itu, merupakan bekas ibu kota Kesultanan Buton memiliki bentuk arsitek yang cukup unik, terbuat dari batu kapur/gunung.

Warga setempat sering menyebut Benteng terluas di dunia itu, dengan Benteng Keraton Buton. Bentuknya melingkar dengan panjang keliling kurang lebih 2.740 meter membuatnya masuk dalam Guiness Book Record pada September 2006 silam.

Total keseluruhan Luas Benteng Keraton Buton sekitar 23,375 hektare. Benteng ini mempunyai 12 pintu gerbang yang bisa di masuki dari berbagai arah dan disebut Lawa serta mempunyai 16 emplasemen meriam yang mereka masyarakat sebut sebagai Baluara.

Benteng Keraton Buton sendiri, diperkirakan dibangun pada abad ke-16 oleh Sultan Buton III bernama La Sangaji yang bergelar Sultan Kaimuddin (1591-1596).

Pada pemerintahan Kesultanan Buton kala itu, Benteng Keraton Buton memberi pengaruh besar terhadap eksistensi kerajaan. Dalam kurun waktu lebih dari empat abad, Kesultanan Buton bisa bertahan dan terhindar dari ancaman musuh.

Di Benteng Keraton Buton juga memiliki Masjid tertua di Kota Baubau. Selain di Benteng Keraton Buton, juga terdapat beberapa makam dari raja-raja yang memimpin Kesultanan Buton pada saat itu, diantaranya makan Sultan Murhum disebut oleh masyarakat Buton, Laki Laponton untuk masyarakat Muna dan Halu Oleo untuk masyarakat Tolaki. Di dalan kawasan Keraton Buton juga terdapat Masjid tertua di Kota Baubau.

Suasana senja di Keraton Buton Kota Baubau. Foto : Jaringansultra.

Selain mempunyai sejarah yang panjang untuk kejayaan Kesultanan Buton pada masanya, di Benteng Keraton Buton juga kita bisa menikmati keindahan Kota Baubau.

Suasana perkotaan yang padat menghadap di Selat Buton membuat Kota Baubau semakin menawan untuk dilihat dari atas Benteng Keraton Buton.

Bagi kamu pencinta senja, tempat yang bagus untuk menikmatinya suasana terbenamnya matahari harus berkunjung di Keraton Buton. Tak tanggung-tanggung di Keraton Buton senja atau matahari terbenam dengan tenangnya di atas Selat Buton. Suasana senja dipercantik dengan hijauhnya gugusan pulau-pulau dan birunya air laut di Selat Buton.

Salah satu pengujung Benteng Keraton Buton, La Ode Jendi Pamungkas mengatakan dirinya bersama teman-temannya berkujung di Keraton Buton karena rasa peranasarannya yang tinggi.

Dirinya sudah beberapa kali di Kota Baubau, tetapi ia mengaku belum pernah menginjakkan kakinya di Benetng Keraton Buton.

“Sebenarnya saya sudah 2 kali ke Kota Baubau, tapi belum sempat ke sini. Mungkin hari ini baru ada kesepatan untuk melihat benteng terluas di dunia ini,” kata Jendi pada wartawan Jaringansultra Minggu, 2 Juli 2023.

Wisatan dari Kecamatan Parigi Kabupaten Muna ini menambahkan setelah melihat beberapa peninggalan sejarah dari Kesultanan Buton pada masa itu, hatinya berdenyut takjub.

“Disini juga terdapat beberapa meriam yang menghadap ke laut. Ada beberapa makam Sultan Buton juga di sini. Kami juga tadi sempat berziarah di makam Sultan Murhum,” terangnya.

Senada dengan Jendi, Pengujung lain Qurin Seprifar Aulia mengungkapkan walau dirinya berasal dari Kota Baubau, tapi rasa keinginannya untuk berkujung di Benteng Keraton Buton terus ada.

“Tidak tau kenapa walau saya warga di sini, tapi tetap juga ke Keraton. Mungkin tempat ini bersejarah buat kami jadi saya tetap ke sini walau saya warga Baubau,” ungkap Qurin.

Qurin juga menjelaskan, selain tempatnya bersejarah, di Keraton Buton juga bisa menikmati pemandangan yang sangat indah.

Beberapa meriam yang ada di Benteng Keraton Buton, Kota Baubau yang menghadap ke laut. Foto : Jaringansultra.

“Kalau sore hari senjanya sangat bagus. Di malam hari tak kalah indah karena kerlap-kerlip lampu Kota Baubau bisa kelihatan dengan jelas di Benteng Keraton Buton,” jelas Qurin.

Buat para pengunjung, waktu yang tepat untuk mengujungi Keraton Buton yakni hari ke 1 sampai ke 7 hari setelah lebaran Idul Fitri dan hari ke 1 sampai ke 3 hari raya Idul Adha.

Pada saat itu, terdapat beberapa aneka penjual makanan seperti even kecil tersendiri untuk Keraton Buton. Diwaktu tersebut kamu akan menjupai aneka penjual makanan di pinggir jalan Keraton.

Makanan dan minuman seperti jagung bakar, aneka gorengan, pop ice dan lain sebagainya. Harganya juga sangat murah mulai harga dari 5 ribuan hingga 25 ribuan saja.

Jika kamu yang mau lebih tau tentang beberapa sejerah yang ada di Keraton Buton, di sana juga terdapat beberapa pemandu atau tour geuide. hanya perlu membayar 5 ribuan saja, kamu akan mengetahui beberapa sejerah di Keraton Buton yang dijelaskan langsung oleh tour geuide.

Ayo tunggu apalagi segera berkunjung ke Keraton Buton, Kota Baubau, agar kamu bisa menikmati wisata sejarah dan keindahan Kota Baubau di atas benteng terluas di dunia.

Reporter : Aris
Editor : Haerun

Facebook Comments Box
Iklan