DPRD Kota Kendari Dukung Program Pemerintah Kota Percepatan Pencegahan Stunting

25
Anggota DPRD Kota Kendari, La Ode Azhar.

Kendari, Jaringansultra.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari mengingatkan pemerintah kota untuk terus melakukan percepatan pencegahan, penanganan pada gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi atau stunting.

Anggota Komisi III DPRD Kota Kendari, La Ode Azhar mengatakan, stunting merupakan masalah kesehatan yang menjadi perhatian pemerintah baik itu di pusat maupun di daerah yang tidak bisa dianggap remeh oleh masyarakat. Terkhusus di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Lanjutnya, dalam melakukan penanganan stunting perlu kaloborasi atau peran aktif dari sejumlah OPD di lingkup pemerintah kota dalam hal ini Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk melakukan penyuluhan atau sosialisasi terkait pencegahan stunting pada ibu rumah tangga.

Pj Wali Kota Kendari saat menyerahkan bantuan stunting.

“Penyuluhan dan sosialisasi ini bisa melibatkan kader-kader Posyandu yang tersebar di Kota Kendari. Karena mereka ini yang bersentuhan langsung dengan para ibu-ibu saat Posyandu,” kata La Ode Ashar, Kamis 22 Februari 2024.

Politisi Partai Golkar ini berharap kepada seluruh elemen masyarakat turut serta mendukung program pemerintah dalam pencegahan tersebut. Karena stunting bukan hanya masalah statistik saja melainkan masa depan Kota Kendari.

“Upaya pencegahan stunting ini dapat berjalan optimal apabila segenap elemen pemerintahan dan masyarakat dapat bersinergi dan kolaborasi dengan baik. Jadi kita harapkan semua terlibat baik pemerintah maupun masyarakat dalam pencegahan stunting,” tutupnya.

Pj Wali Kota Kendari Muhammad Yusuf saat memberikan sambutan dalam rapat tim percepatan penurunan stunting di Kota Kendari.

Sementara itu, Pj Wali Kota Kendari Muhammad Yusup mengatakan, pemerintah telah merespons cepat dengan mengimplementasikan program-program pencegahan stunting dengan dengan melibatkan kampanye edukasi gizi, peningkatan akses ke pelayanan kesehatan masyarakat dan mengalakkan program arangtua asuh stunting.

Lanjutnya, komitmen untuk menangani stunting dengan pendekatan holistik. Hingga saat ini stunting Kota Kendari mengalami penurunan sebesar 19,5 persen, sebelumnya pada angka 24 persen di tahun 2021, ini menunjukkan Kota Kendari dapat menurunkan angka stunting sebesar 4,5 persen.

Untuk itu, orang nomor satu di Kota Kenari ini meminta kepada seluruh OPD lingkup pemerintah kota, camat, lurah untuk bersama-sama dalam melaksanakan program kegiatan yang betul-betul kena sasaran.

“Kepada seluruh camat dan lurah harus mengetahui warganya yang tergolong keluarga resiko stunting agar memudahkan dalam melakukan intervensi. Dan yang tidak kalah pentingnya yaitu pelayanan di Puskesmas dan Posyandu harus lebih ditingkatkan lagi pelayanannya,” tutupnya. (Adv).

Facebook Comments Box
Iklan