Kendari, Jaringansultra.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari mengapresiasi gerak cepat penanganan banjir di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang responsif cepat terhadap keluhan masyarakat belum lama ini.
Wakil Ketua DPRD Kota Kendari, LM. Inarto mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dalam menangani banjir. Apalagi belum lama ini Pj Wali Kota Kendari Muhammad Yusup bersama instansi terkait melakukan peninjauan di sejumlah titik lokasi yang sering terjadi banjir di Kendari.
“Kami mengapresiasi langkah kerja Pemkot Kendari untuk penanganan banjir. Dan keseriusan itu terlihat saat pak Pj Wali Kota meninjau sejumlah titik yang sering terjadi banjir di Kota Kendari,” kata LM. Inarto, Jumat 16 Februari 2024.
Selain itu, Ketua Partai Golkar Kota Kendari ini mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga lingkungan, termasuk membuang sampah di tempat yang sudah ditentukan dan pada jam yang telah ditetapkan.

“Karena kalau masalah lingkungan adalah tugas kita semua. Mulai dari individu, RT, kelurahan, hingga pemerintah kota harus bersama-sama bergotong royong menjaga lingkungan,” tutupnya.
Sementara itu, Pj. Wali Kota Kendari Muhammad Yusup bersama sejumlah pihak terkait yakni Balai Jalan Nasional, Dinas Bina Marga Provinsi Sultra, Dinas Cipta Karya Provinsi Sultra, bersama Dinas PUPR, Dinas LH, Dirut PDAM, Dinas Perhubungan, meninjau sejumlah titik lokasi yang sering terjadi banjir di Kota Kendari, pada Selasa 13 Februari 2024.
Peninjauan ini dimulai dari jembatan samping Polda Sultra, depan Kedai Ratu Alam di Kelurahan Mokoau Kecamatan Kambu, lalu drainase di depan Rumah Sakit Hati mulia.
Kemudian peninjauan di depan Rumah Sakit Jantung, depan Kodim, depan Rumah Sakit Santa Anna, depan Polsek Kemaraya, dan yang terakhir di depan Lorong Fajar Merantau.

Di sejumlah tempat Pj Wali Kota Kendari menunjukan potensi terjadi banjir, karena drainase yang ditutup dan tersumbat akibat tumpukan sampah.
“Insya Allah hari ini akan kami petakan dan tangani semua titik-titik yang kami anggap sebagai daerah yang rawan banjir,” kata Muhammad Yusup.
Untuk itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sultra berharap penanganan banjir ini menjadi tanggung jawab bersama dan semua pihak dalam mengantisipasi terjadinya banjir di Kota Kendari.
“Diharapkan sejumlah pihak terkait bisa membantu pemerintah Kota Kendari dalam mengatasi terjadinya banjir, karena Kendari sebagai Ibu Kota menjadi barometer Sulawesi Tenggara,” tutupnya. (Adv).




























