Jaringansultra.com- Mau makan nasi sedikit berbeda, datanglah di Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra). Di sini anda bisa mencicipi makanan tradisional khas daerah ini, namanya luluta atau dalam bahasa Indonesianya disebut nasi bambu.
Disebut nasi bambu karena berasnya dibakar dalam bambu yang diambil langsung dari kebun. Makanan ini beras yang telah dicuci bersih dan dimasak dengan cara disimpan dalam bilahan bambu lalu dibakar sampai matang. Sangat sederhana dalam menyajikan luluta karena semuanya menggunakan bahan asli alam seperti bambu, daun pisang dan kayu bakar.
Luluta menyajikan hidangan lezat nan bergizi dengan sentuhan aroma santan dan daun pisang yang terpanggang di atas bara api.
Luluta pasalnya hanya bisa dibuat oleh masyarakat adat Wanci Pulau Wangi-Wangi, tetapi konon asal makanan ini dari Pulau Binongko, pulau yang paling ujung di Wakatobi.
Sejarah Asal Muasal Luluta
Luluta ini dikenal memiliki rasa yang sangat gurih. Dilansir dari berbagai sumber makanan luluta ini berasal dari kearifan masyarakat kepulauan tukang besi Wakatobi dikenal selain pandai membuat parang secara tradisional, mereka juga dikenal sebagai pelaut ulung di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Mereka berlayar tidak hanya antar pulau dalam Negara Indonesia, tapi juga ke luar negeri seperti Fhilipina, Singapura dan Malaysia. Mereka mengarungi lautan berhari-hari lamanya, dengan misi perdagangan.
Karena harus bertahan hidup di atas laut bisa berminggu-minggu lamanya, maka mereka membutuhkan stok makanan yang bisa bertahan lama. Makanan yang tidak cepat basi saat dibawa berlayar di lautan. Salah satu makanan khas Wakatobi yang bisa bertahan cukup lama, adalah luluta.
Cara Pembuatannya
Cara pembuatan luluta ini sangat sederhana. Pertama-tama disiapkan terlebih dahulu baha-bahannya, seperti beras. Berasnya ada beras merah dan beras putih. Selain beras, tentunya beberapa bilah bambu, serta sejumlah lembar daun pisang.

Beras yang telah disiapkan dicuci hingga bersih, lalu tiriskan. Kemudian beras dicampur dengan bumbuh-bumbuh lainnya. Untuk bambu, beberapa bilah bambu di dalamnya dibersihkan.
Setelah itu, beras dibungkus dengan daun pisang lalu dimasukkan ke dalam bilah bambu tersebut. Usai dimasukan nasi dalam bilah bambu, ujung bambu ditutup dengan daun pisang.
Kemudian, bambu-bambu yang sudah dimasukan beras, bambunya dibakar menggunakan kayu bakar atau batok kelapa. Agar matangnya merata, batang bambu dibolag balik/diputar-putar. Setelah matang luluta siap disajikan. (Adv)




























