Jika Berkunjung di Benteng Keraton di Baubau, Jangan Lupa Pula Cicipi Kapusu Nosu Khas Buton

342
Hidangan Kapusu Nosu. Makanan yang satu ini berbahan dasar jagung tua yang ditumbuk dan dimasak dengan menggunakan santan. (wisata.butonkab.go.id)

Jaringansultra.com– Berbicara kuliner di Indonesia pastinya banyak sekali yang bisa anda temukan. Salah satunya kuliner khas Sulawesi Tenggara (Sultra). Yah, tepatnya di Kota Baubau.  Buton sendiri,  selain terkenal sebagai penghasil aspal, dan juga mempunyai warisan budaya kesultanan Buton yakni, Benteng terluas di dunia, pulau ini mempunyai kuliner khas yang unik, bernama Kapusu Nosu.

Kapusu Nosu merupakan salah satu makanan khas Sultra yang berbahan dasar jagung. Ingat, jagungnya sendiri bukan jagung muda, tapi bahan dasar jagung yang sudah tua.

Kapusu Nosu ini memang terlihat layaknya bubur jagung, namun jika bubur jagung umumnya rasanya manis, berbeda dengan Kapusu Nosu. Rasa dari Kapusu Nosu bisa dikatakan tidaklah manis, cenderung tawar. Pasalnya, pada umumnya masyarakat Buton membuat Kapusu Nosu sebagai makanan pokok pengganti nasi.

Kapusu Nosu yang berbahan jagung kuning. (fimela.com)

Sebagian besar masyarakat Buton, menyantap Kapusu Nosu bersama ikan kering dan sambal terasi, hal ini diyakini lebih terasa nikmat di lidah. Makanan kapussu nosu menjadi salah satu favorit selain kasoami di daerah Buton serta Wakatobi.

Untuk proses pembuatannya sendiri, jagung tua ditumbuh hingga hancur, tapi tidak terlalu halus. Kemudian, merebus air hingga mendidih. Setelah air mendidih, jagung tua yang suda ditumbuk dimasukan. Tuangkan santan kelapa, lalu masukkan gula dan garam.

Setelah dimasukan semua bahan pelengkapnya, diaduk hingga merata. Masak hingga jagung terasa empuk dengan kuah mengental. Angkat dan sajikan, Kapusu Nosu siap anda nikmati.

Hidangan Kapusu Nosu yang berbahan jagung dicampur dengan santan. (IDN times)

Untuk teman sajiannya, biasanya masyakarat Buton paling sering menyantap makanan ini ditemani dengan sayur bening dan ikan kaholeo.

Kapusu Nosu ini merupakan suguhan utama yang diberikan masyarakat Buton kepada tamu. Semuanya merupakan makanan sehari-hari di daerah tersebut.

Wisatawan yang berkunjung ke Buton atau Baubau pun, tidak perlu khawatir untuk mendapatkan makanan khas kedua daerah tersebut. Makanan tersebut gampang dijumpai mulai dari tingkat rumah makan atau warung-warung pinggir jalan. (Adv)

Facebook Comments Box
Iklan