Makanan Khas Buton Ikan Dole Menggugah Selera, Penuh Kandungan Gizi

320
Ikan Dole siap disantap. Ikan Dole ini berbahan dasar ikan, kelapa sangrai dan bumbu. (Kemenparekraf)

Jaringansultra.com- Satu lagi kuliner pesisir yang dapat menggunggah selera bagi penikmatnya. Kuliner satu ini terbuat dari ikan. Ialah Ikan Dole namanya. Makanan khas yang identik dengan pulau Buton ini dibuat dengan ikan yang dibalut dengan gurihnya santan dan digoreng renyah dengan minyak panas, sehingga mengeluarkan aroma bawang yang khas.

Ikan Dole mempunyai teksturnya yang renyah terasa cocok disantap sebagai lauk atau pun sebagai camilan. Ikan Dole ini terbuat dari ikan tongkol atau ikan cakalang dan juga ikan tenggiri, yang diasap dengan menggunakan teknik tradisional.

Ikan tongkol ini diproses dengan hati-hati. Setelah diolah, ikan ini kemudian dijemur di atas tungku kayu selama beberapa jam, sehingga menghasilkan ikan yang kering, tetapi tetap lezat dan gurih.

Salah satu hal yang membedakan ikan Dole dari hidangan ikan asap lainnya ialah bumbu yang digunakan. Biasanya, ikan Dole dilumuri dengan bumbu khusus sebelum dijemur, yang terdiri dari campuran rempah-rempah seperti cabai, kunyit, bawang putih, dan garam.

Bumbu ini memberikan rasa pedas dan sedikit gurih pada ikan yang diasap. Ikan Dole bisa dinikmati dalam berbagai cara. Beberapa orang suka mengonsumsinya secara langsung, tanpa diproses lebih lanjut.

Ikan Dole yang telah dijemur bisa langsung disantap sebagai camilan atau dijadikan lauk-pauk untuk makanan utama. Rasanya yang gurih dan tekstur yang renyah membuat ikan Dole menjadi pilihan yang populer bagi pecinta makanan laut.

Ikan Dole yang sudah matang. Perpustakaan Indonesia/Wahyuniefrida).

Selain itu, ikan Dole juga bisa diolah menjadi hidangan lain seperti pepes ikan Dole, ikan Dole goreng, atau bisa juga dijadikan bahan tambahan dalam masakan tradisional Kendari seperti nasi kuning atau nasi bakar.

Kreativitas dalam mengolah ikan Dole memberikan variasi rasa dan menu yang beragam bagi para penggemar kuliner. Ikan Dole telah menjadi salah satu ikon kuliner di Sulawesi Tenggara (Sultra), dan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Bumi Anoa ini.

Dengan cita rasa yang khas, aroma yang menggugah selera, dan cara pengolahannya yang tradisional, ikan Dole menjadi warisan kuliner yang patut dinikmati dan dijaga kelestariannya.

Makanan Ikan Dole ini sering dihidangkan untuk orang lokal yang sedang melakukan hajatan. Ikan Tenggiri atau tongkol ini dicampur denngan parutan Kelapa Muda, kemudian dibentuk seperti perkedel.

Ikan Dole ini bukan hannya dikenal mempunyai rasa yang gurih, akan tetapi juga penuh dengan kandungan gizi. Kita ketahui bersama, zat gizi dalam ikan tak kalah tinggi dan harganya lebih terjangkau dibandingkan harga daging dan ayam. Selain itu, mengkonsumsi ikan bermanfaat untuk kesehatan tubuh baik untuk anak-anak, juga orang dewasa,  karena sebagai sumber protein yang baik bagi tubuh.

Hidangan Ikan Dole yang kaya akan kandungan gizi. (Istimewa).

Dari laman yankes.kemkes.go.id (29/6/2022) menyebutkan, manfaat makan ikan dapat mengurangi resiko penyakit jantung. Konsumsi ikan dengan kandungan omega 3 secara teratur (2x/minggu) atau minimal sekitar 175 gr menurunkan resiko penyakit jantung.

Selain itu, ikan juga dapat membantu pertumbuhan otak, menurunkan risiko penyakit Alzheimer,

Mengkonsumsi ikan juga sangat baik untuk tulang dan gigi, dalam ikan terdapat sumber mineral penting yang mampu memadatkan tulang. Seperti kalsium dan fosfor.

Ikan juga kaya akan vitamin D yang membantu penyerapan kedua mineral tersebut. Ketiga kandungan ini sangat dibutuhkan tubuh untuk kesehatan sistem gerak.

Jadi bagi wisatawan yang berkunjung di Sultra, maka jangan lupa nikmati sajian khas kuliner tradisional Ikan Dole. Mendapatkan sajian Ikan Dole ini tidak susah atau gampang didapatkan, karena biasanya rumah makan atau penjual makanan tradisional selalu menyediakan panganan dari ikan ini. (Adv)

Facebook Comments Box
Iklan