Waode Nurmayani, Wanita Asal Wakatobi yang Berhasil Raih Beasiswa Kuliah di NCUE Taiwan

85
Waode Nurmayani wanita asal Wakatobi, Sulawesi Tenggara berhasil meraih beasiswa kuliah di NCUE Taiwan.

Kendari, Jaringansultra.com – Berbagai kampus ternama di dunia menyiapkan program magang untuk mahasiswa, seperti halnya di National Changhua University of Education (NCUE) Taiwan.

Salah satu Program beasiswa yang dibuka yakni short-term professional internship Chern Short Term Internship yang diadakan dalam kurun waktu 8 bulan.

Program ini terbuka untuk mahasiswa S1, S2, dan S3 yang fokus pada area studi agriculture & fishery, business & management, engineering, nature science, culture & humanity, social science, medicine & public health, dll. Mahasiswa yang berminat mengikuti program ini minimal berusia 18 tahun dan memiliki kemampuan baik dalam bahasa Inggris atau mandarin.

Seperti halnya telah dirasakan oleh Waode Nurmayani atau biasa dipanggil Yani wanita asal Wakatobi, Sulawesi Tenggara ini kini telah menempuh program beasiswa di National Changhua University of Education (NCUE) Taiwan setelah menerima Beasiswa short-term professional internship dari Kementerian Pendidikan Taiwan pada 2022 lalu.

Yani mengungkapkan Beasiswa short-term professional internship dari Kementerian Pendidikan Taiwan telah ia jalani selama 8 bulan sejak 26 Desember 2022 hingga 31 Agustus 2023.

Ia bercerita sejak 6 bulan pertama di National Changhua University of Education (NCUE), Lulusan S1 Peternakan Universitas Hasanuddin Makassar ini bergabung di Lab. Molecular Neuroendocrinology.

“Selain ngelab, ada juga field trip bersama teman-teman foreigners yang ada di NCUE. Terkadang, saya juga mengisi waktu dengan belajar bahasa mandarin secara otodidak,” ungkapnya kepada media ini, Kamis 14 September 2023.

Anak ke-2 dari 4 bersaudara ini sempat menempuh pendidikan SD di Kendari. Merupakan mahasiswa berprestasi di Universitas Hasanuddin (Unhas), dan aktif di berbagai kegiatan kampus baik Nasional maupun Internasional.

Berbekal prestasi dan kepiawaiannya berbahasa Inggris dan Mandarin, di National Changhua University of Education (NCUE) Yani ditugaskan menulis sejumlah artikel terkait dengan peternakan di Perusahaan JH Biotech Taiwan.

“Saya ditugaskan menulis beberapa artikel yang berhubungan dengan Peternakan. Alhamdulillah sesuai dengan background pendidikan S1 dan S2 saya yakni Peternakan. Artikel ini akan dikirim ke Perusahaan Pusat JH Biotech yang ada di USA. In Sya Allah artikel tersebut akan dipublish. Selain itu, saya juga sempat mengunjungi beberapa Industri Peternakan di Taiwan,” imbuhnya.

Selama menjalani pendidikan dari beasiswa short-term professional internship, Ia mendapat pendanaan dari Kementerian pendidikan Taiwan dan JB biotech.

“Alhamdulillah selama tinggal 8 bulan di Taiwan, saya mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Taiwan. Ketika 2 bulan di JH Biotech, saya juga mendapatkan tambahan pendanaan dari perusahaan tersebut,” katanya.

Ia berharap pelajar atau Mahasiswa Indonesia khususnya di Sulawesi Tenggara dapat menempuh pendidikan di luar negeri sebab tahapan seleksi yang dilalui untuk bisa diterima hanya dengan mengikuti 2 tahapan seleksi yakni dengan menyiapkan berkas berupa data diri dan sertifikat prestasi serta mengikuti sesi wawancara.

“Semua berkas tentu saja harus dibuat dalam bahasa Inggris. Untuk wawancara juga menggunakan bahasa Inggris, tapi lebih bagus lagi ketika kita punya kemampuan berbahasa mandarin,” ucapnya.

Tujuan dari Beasiswa ini dimana Pemerintah Taiwan ingin mendorong pelajar internasional agar mampu berpartisipasi dalam short-term professional internship projects di Taiwan. Selain itu juga, dapat digunakan sebagai proses mempersiapkan diri untuk masuk dalam Asian Job Market.

Usai menjalani pendidikan dengan program beasiswa tersebut Yani bercita-cita menjadi dosen. Dan bisa memberikan motivasi kepada mahasiswa agar dapat terus berprestasi, tidak melihat dia laki-laki atau perempuan, kaya atau miskin, anak kota atau anak desa.

“Saya merupakan anak asli Wakatobi, tapi besar di Kendari dan di Buton. Walau demikian, saya juga ingin mengembangkan kampung halaman, dengan menjadi dosen tamu di kampus-kampus Wakatobi, dan membentuk komunitas anak muda Wakatobi,” harapnya.

Mendapatkan banyak pengetahuan, relasi pertemanan semakin luas, dan membuka peluang membuat dirinya berupaya untuk terus berbagi dan menginspirasi para anak muda.

“Meskipun anak daerah namun tetap harus punya mimpi yang tinggi, tingkatkan ikhtiar, kuatkan doa, insyaAllah bisa tercapai,” harapnya.

Yani kini masih menjalani tugas akhir S2 Peternakan di Universitas Gadjah Mada (UGM) Ia juga masuk dalam Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana (Himmpas) UGM. Selain menjalani aktivitas kuliah Yani sehari-harinya mengisi dengan mengajar bahasa mandarin secara online.

“Saya sangat senang bisa menjadi bagian dari program ini. Selain dapat melatih kemampuan bahasa saya (Inggris dan Mandarin), saya juga dapat memperluas pertemanan. Alhamdulillah sudah punya banyak teman dari berbagai Negara,” tutupnya.

Reporter : Asep

Edtor  : Ridho

Facebook Comments Box
Iklan