Kendari, Jaringansultra.com – Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) terkait permasalahan kasus tambang di wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) PT. Antam di Blok Mandiodo Kabupaten Konawe Utara (Konut) ricuh, Rabu 6 September 2023.
Kericuhan bermula saat Humas yang mendampingi Kepala Syahbandar KUPP Molawe Capt Kristina Anthon saat menjawab pertanyaan Anggota Komisi III DRPD Sulawesi Tenggara, Salam Sahadia saat melayangkan pertanyaan.
Dalam rapat tersebut Salam Sahadia bertanya kepada salah satu pegawai Syahbandar KUPP Molawe bahwa mengakui tidak adanya dokumen terbang bukan dokumen sah, dan Jetinya berizin atau tidak. Namun jawaban yang diberikan pegawai tersebut dengan tidak mengetahuinya, membuat massa aksi marah karena menilai jawaban tersebut tidak sesuai fakta di lapangan.
“Bagaimana bapak mau tau semua itu, kalau tidak pernah turun mengecek langsung di lapangan. Tidak nyambung diskusinya, lain kditanya lain dijawab. Dia mengelak kalau ditanya,” kata Alfin Pola.
Tak berselang lama, tiba-tiba ada lemparan botol akua kecil ke arah tempat duduk Kepala Syahbandar KUPP Molawe Capt Kristina Anthon bersama pegawai. Namun lemparan tersebut hanya mengenai meja.
Tak puas dengan hanya lempar salah satu pendemo mengambil botol akua kecil menuju ke Kepala Syahbandar KUPP Molawe Capt Kristina Anthon bersama pegawai langsung menyiramkannya air akua tersebut.
Atas insiden tersebut, terlihat ada adu mulut beberapa oknum dengan para pendemo. Beruntung tidak gerakan tambahan karena pihak keamanan dari kepolisian langsung menenangkan situasi dalam kondisi aman.
Untuk itu, Salam Sahadia meminta Kepala Syahbandar KUPP Molawe Capt Kristina Anthon untuk membuka apa yang diketahui dan jangan ada yang disembunyikan seperti di Jeti ini sekian tongkang yang keluar dan di Jeti itu berapa tongkang yang keluar.
“Coba buka yang ibu (Kepala Syahbandar KUPP Molawe Capt Kristina Anthon) tau, jangan sampai ada yang disembunyikan coba dibuka saja. Ini yang harus kita buka supaya transparan,” tutupnya.
Sementara it Kepala KUPP Kelas I Molawe Capt. Kristina Anthon mengaku akan menindaklanjuti apa yang telah disampaikan dalam forum hari ini.
“Sampai saat ini saya sebagai pimpinan saya akan menelusuri informasi dari teman-teman yang telah disampaikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, saat ditanyakan terkait dugaan pungli, ia mengungkapkan bahwa saat ini belum ada laporan resmi. Namun pihaknya akan tetap menindaklanjuti informasi tersebut.
“Kita akan memperbaiki yang rusak, dan jika terbukti, kita akan perbaiki dan lakukan pembinaan,” tutupnya.
Reporter : Haerun
Editor : Ridho




























