
Kendari, Jaringansultra.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Halu Oleo (UHO) menyebut penujukan Andap Budi sebagai Pj Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) hanya berdasarkan keputusan politik bukan hasil keputusan pemilihan langsung oleh masyarakat Sultra.
Ketua BEM UHO, Abdullah Akhayad Arafah mengatakakan masa jabatan Gubernur Sultra, Ali Mazi akan segera berakhir hari ini, per tanggal 4 September 2023. Kemudian akan digantikan oleh PJ Gubernur Baru yang akan dilantik besok tanggal 5 September tahun 2023, yang akan memimpin Sultra satu tahun kedepan.
Ia menyebut penunjukan Andap Budhi sebagai Pj Gubernur hanya berdasarkan keputusan politik dan bukan atas hasil keputusan pemilihan langsung oleh rakyat Sulawesi Tenggara.
“Sulawesi Tenggara sangat kaya dengan sumberdaya alam, tetapi hasilnya belum sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat dan bahkan masih banyak masyarakat yang merasakan dampak lingkungan dan kemiskinan. Masyarakat Sultra juga mempunyai beragam budaya, suku bangsa dan aspirasi yang beragam,” ungkap Abdullah Akhayad pada Senin, 4 September 2023.
BEM UHO Itu, memberikan beberapa catatan kritis sebagai bagian dari masyarakat Sultra diantaranya :
1. Hendaknya Pj Gubernur melaksanakan tugasnya secara full di Sulawesi Tenggara sebagai seorang Kepala Daerah, yang mengurus dan melayani kepentingan masyarakat. Menghindarkan diri dari konflik kepentingan jabatan, politik dan pemburu rente. Untuk itu Pj Gubernur harus berdiri tegak diatas peraturan perundang-undangan.
2. Menjadi tugas gubernur untuk melindungi sumberdaya alam dan lingkungan hidup Sultra dari kerusakan. Mendorong tegaknya hukum atas pelanggaran kerusakan sumberdaya alam dan lingkungan serta mendorong menuntaskan kasus hukum lainnya yang berkaitan dengan rasa keadilan dan ketentraman di masyarakat.
3. Membuka dialog dengan segenap unsur masyarakat untuk memastikan bahwa aspirasi pembangunan dapat berjalan dengan sebagaimana mestinya dimana rakyat Sultra dapat merasakan keamanan dan kenyamanan.
4. “Menantang” Pj Gubernur Sultra untuk melahirkan inovasi program dalam waktu satu tahun yang dapat dirasakan manfaatnya. Sehingga sebelum berakhir masa jabatan, masyarakat Sultra dapat merasakan “hadirnya” Pj Gubernur di Bumi Anoa.
“Catatan ini bisa menjadi perhatian, atas niat baik dan ikhlas demi cita-cita kesejahteraan masyarakat, bangsa dan negara dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tutupnya.
Reporter : Aris
Editor : Ridho



























