
Kendari, Jaringansultra.com – Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra) membuka secara resmi pameran desa dan destinasi wisata unggulan pada Rabu, 9 Agustus tahun 2023. Acara tersebut berlangsung mulai 9 sampai 11 Agustus di The Park Kendari.
Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Sultra, Belli Tombili, mengatakan dalam aplikasi jaringan desa (Jardes) yang merupakan sebuah aplikasi yang dimiliki langsung oleh Kementerian Pariwisata, untuk Sultra telah tercatat sebanyak 188 desa wisata dari kurang lebih 2100 desa yang ada di Sultra.
Dalam pengembangan desa wisata, tentu tidak lepas dari inisiatif masyarakat desa sendiri. Dari pengamatan yang dilakukan oleh pihaknya beberapa waktu belakangan ini, pengembangan desa wisata selalu dimentori oleh Kepala Desa.
“Desa yang kami lihat mempunyai potensi untuk dijadikan desa wisata berdasarkan masukan dari kabupaten/kota, kami memberangkatkan mereka ke Pulau Jawa untuk Study Tiru. Karena di desa wisata yang ada Pulau Jawa lebih maju dari segi manajemen dan pengelolaan,” ungkap Beli Tombili Rabu, 9 Agustus 2023.
Belli Tombili menjelaskan walau Desa Wisata yang ada di Pulau Jawa mempunyai manajemen dan pengelolaan, tetapi setiap desa yang ada di sana tidak mempunya potensi yang menarik.
Berbeda dengan desa wisata yang ada di Sultra, walau saat ini belum mempunyai pengelolaan yang baik tetapi, daerah Sultra lebih menarik dan mempunyai potensi yang lebih tinggi. Untuk itu, desa wisata harus terus dikembangkan agar menarik pengujung ke Sultra.
“Kita mempunyai masalah di manajemennya dan bagaimana mempromosikan potensi desa wisata yang ada sudah ada,” jelasnya.
Belli menerangkan ada dua desa yang ada di Sultra, mempunyai perkembangan yang lebih dibadingkan dengan desa wisata yang lain.
Desa Sani Sani Kabupaten Kolaka dan Limbo Wolio yang ada di Keraton Buton sudah mempunyai manajemen yang lebih baik dan tertata dalam pengembangan potensinya, sehingga para wisatawan yang berkujung di daerah tersebut bisa menikmati fasilitas yang ada di desa wisata tersebut.
“Untuk pengembangan 20 desa wisata unggulan yang ada di Sulawesi Tenggara kami akan berkordinasi dengan kabupaten/kota dan akan terus menyeleksi, sehingga proses pengembangannya bisa sistematis mulai dari pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga desa wisata yang menjadi prioritas,” terangnya.
Belli mengharapkan dalam pameran desa dan destinasi wisata unggulan Sultra yang diselenggarakan saat ini, bisa memberikan kontribusi dalam memperkenalkan destinasi desa wisata yang ada di Sultra.
“Seperti harga paket wisata saat bekujung di desa wisata, prodak ekonomi kreatif dan lain sebagainnya. Sehingga setiap wisatawan yang berkujung di desa wisata yang ada di Sultra mampu memberikan nilai ekonomi dan kepuasan tersediri untuk mereka karena bisa membeli souvenir desa wisata di Sultra,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Dispar Sultra, Andi Syahrir mengungkapkan peserta pameran pariwisata Dinas Pariwisata menargetkan 15 Desa Wisata unggulan yang ada di Sultra bisa berpartisipasi dalam pameran desa dan destinasi wisata unggulan.
“Hingga hari ini jumlah wisata yang sudah hadir sudah 12 Desa Wisata yang ada di Sultra. Dari 12 Desa wisata yang hadir, berasal dari 8 Kabupaten Kota dari dari 17 kabupaten/kota yang ada di Sultra, ” ungkap Andi Syahrir.

Andi menyebut, terkait keikut sertaan 12 Desa Wisata dari 8 kabupaten/kota akan menjadi catatan tersendiri untuk Dinas Pariwisata Sultra.
Pengembangan Desa Wisata tidak harus biasa-biasa saja, tetapi pihaknya akan terus mendorong dan menguatkan setiap desa wisata agar bisa menjadi Destinasi Wisata favorit yang ada di Sultra.
“Selama ini destinasi wisata kita hanya berbasis general seperi berpusat di pemandangan saja atau desanya saja, tetapi sekarang ini kita terus mengembangkan destinasi desa wisata alternatif agar menjadi lebih baik,” tuturnya.
Andi Syahrir menjelaskan, dengan adanya pameran desa dan destinasi wisata unggulan Sultra yang dilangsungkan hari ini, mampu memberikan dan menguatkan kembali desa sebagai bagian dari desa wisata.
“Di dalam desa itu sendiri, tidak hanya memunculkan keindahan alamnya, tetapi juga dalam desa itu sendiri mempunyai potensi budaya, ekonomi kratif dan potensi laiinya. Sehingga dalam penerapan pameran ini mampu mengeluarkan potensi desa wisata unggulan yang ada di Sultra,” jelasnya.
Reporter : Aris
Editor : Ridho



























