Gelar Even Sultra Meambo, Pemprov Sultra Target Transaksi UMKM Capai 50 Miliar

21
Asrun Lio (Kemeja Coklat) saat menghadiri pelaksanaan Even Sultra Meambo yang digelar oleh Bank Indonesia Perwakilan Sultra bersama Dinas Pariwisata Sultra. Foto : Ist.

Kendari, Jaringansultra.com – Pemerintah Sulawesi Tenggara hadir dan menyambut penuh gelaran Even Sultra Meambo yang diadakan Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai Jumat 4 Agustus sampai dengan 11 Agustus tahun 2023.

Even Sultra Meambo merupakan bagian dari rangkaian Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) Pemerintah Republik Indonesia, salah satunya Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sekretaris Daerah Sultra, Asrun Lio mengatakan, Even Sultra Meambo layak menjadi tagline menarik minat wisatawan berkunjung ke Sulawesi Tenggara sebagaimana target utama Gernas BBI/BBWI. Selain bisa mengenalkan wisata Sulawesi Tenggara di kancah nasional, Sultra Meambo, juga dapat menjadi jembatan mengenalkan pariwisata lokal serta sisi lain potensi Bumi Anoa seperti produk kopi.

“Sultra Meambo bisa dijual jadi tagline. Sulawesi Tenggara terkenal dengan kopinya. Kopi kita sudah masuk dalam daftar 10 kopi terbaik nasional. Termasuk Kopi Tolaki ini bisa menjadi daya tarik wisatawan datang ke Sulawesi Tenggara,” kata Sekda Sultra, Asrun Lio.

Festival Kopi sendiri masuk dalam rangkaian pameran Sultra Meambo. Pengunjung dapat membeli aneka ragam produk kopi lokal selama pameran berlangsung. Coffee Talk and Late Art Competition ikut menyemarakkan Festival Kopi selama event Sultra Meambo.

“Sultra Meambo artinya Sultra keren, Sultra cantik, Sultra indah, Sultra tidak kalah cantik, tidak kalah keren dari daerah lain di Indonesia. Dengan tagline ini, Pemprov Sulawesi Tenggara kita bisa mencapai target angka kunjungan wisata, transaksi belanja produk UMKM Rp 50 miliar,” Asrun Lio.

Ragam suguhan dapat disaksikan masyarakat selama sepekan pergelaran Sultra Meambo, diantaranya adalah Festival Kopi Anggrek Serat, Savana Wastra Sultra yang menyajikan ragam produk tenun lokal, UMKM Fair, Business Fair, Capacity Building UMKM, Opening Ceremony Harvesting dan aneka lomba menarik lainnya.

Dalam acara ini, Bank Indonesia Sulawesi Tenggara ikut mengenalkan QRIS sebagai sistem transaksi non tunai kepada pengunjung Sultra Meambo di The Park Mall Kendari.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Sultra, Belli Tombili, menjelaskan Opening Ceremony Harvesting BBI/BBWI di Sulawesi Tenggara dijadwalkan bakal dihadiri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia.

“BBI/BBWI yang dimulai sejak HUT Sulawesi Tenggara lalu di Kolaka Timur, kita menargetkan transaksi sebesar Rp 50 miliar Produk Lokal, Kunjungan Wisata dan Lima Champion UMKM. Dengan adanya Sultra Meambo, target ini bisa tercapai. Harvesting nanti menteri ikut hadir,” jelasnya.

Kegiatan itu sebagai salah satu langkah dalam rangka Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Gerakan Nasional Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) yang di mana bertujuan untuk memajukan ekonomi kreatif dan pariwisata dengan mengedepankan Usaha Kecil Mikro dan Koperasi (UMKK).

”Serta mendorong masyarakat termasuk pemerintah daerah untuk menggunakan produk lokal Indonesia sebagai salah satu upaya untuk menggerakkan perekonomian daerah,” sambung Belli Tombili.

Dalam penggelaran pameran itu juga pihaknya melibatkank Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berada di wilayah Bumi Anoa untuk memamerkan prodak lokalnya.

“Kurang lebih 100 UMKM yang dilibatkan. Ada makanan, fashion, ada juga kriya. Kriya itu produk-produk kerajinan tangan kita libatkan,” jelas Belli Tombili.

Pihaknya juga optimis dengan adanya penggelaran BBI dan BBWI bahwa bakal menarik serta meningkatkan wisatawan di Sultra.

Sebagai bagian dari pelaksana kegiatan Even Sultra Meambo, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tenggara, akan terus turut mengerakan dan berkolaborasi melancarkan kegiatan gerakan BBI dan BBWI bakal selalu mensuport pemerintah untuk mencapai target perekonomian Sulawesi Tenggara.

“Kurang lebih 100 UMKM yang dilibatkan. Ada makanan, fashion, ada juga kriya. Kriya itu produk-produk kerajinan tangan kita libatkan,” tutup Belli Tombili.

Reporter : Aris

Editor : Ridho

Facebook Comments Box
Iklan