
Buteng, Jaringansultra.com – Kabupaten Buton Tengah (Buteng) merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Sulawesi Tenggara. Mempunyai luas sekitar 958,31 Km persegi membuatnya, menjadi salah satu kabupaten terkecil di Sulawesi Tenggara.
Kabupaten Buton Tengah juga menjadi kabupaten terunik di Sulawesi Tenggara, karena hampir seluruh wilayahnya berada di Pulau Muna, walau secara administrasi kabupaten ini masuk dalam wilayah Pulau Buton.
Berbatasan langsung dengan Kabupaten Bombana dan Muna membuat kabupaten ini mempunyai wilayah yang didominasi batuan karts. Dengan wilayahnya yang didominasi karts membuat kabupaten ini menjadi salah satu cagar biosfer karts terbesar di dunia.
Selain menjadi salah satu cagar biosfer karts terbesar di dunia, Kabupaten Buton Tengah juga mempunyai pantai yang sangat indah. Salah satunya yakni Pantai Katembe yang terletak di Desa Madongka, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.
Pantai yang eksotis ini hanya memiliki jarak sekitar 10 kilometer dari ibu kota kabupaten Buton Tengah. Walau wilayahnya hampir semua berada di Kabupaten Muna, tetapi tempat wisata ini lebih dekat dari Kota Baubau.
Bagi pengunjung yang datang dari arah Pelabuhan Ferry Kota Baubau menuju Pelabuhan Ferry Waara, atau warga setempat sering menyebutnya dengan Wamengkoli hanya berjarak kurang lebih 20 km.
Pantai Katembe ini bisa dijangkau dengan roda dua dan roda empat. Jika dari Pelabuhan Ferry Wamengkoli pengunjung hanya memerlukan waktu sekitar 20 sampai 30 menit, tetapi jika pengunjung dari arah Kabupaten Muna perlu menjangkaunya dengan waktu kurang lebih 3 jam.
Sepanjang perjalanan menuju pantai Pantai Katembe pengunjung akan disuguhkan dengan luasnya cagar biosfer hutan karst yang ada di Buton Tengah. Selain itu juga, sepanjang jalan menuju pantai pengunjung akan melihat indah dan birunya air laut di Selat Buton.
Pantai Katembe yang terletak di barat Kabupaten Buton Tengah ini mempunyai panjang sekitar 2 km dengan pasir putih yang halus.

Pantai luas ini juga mempunyai tiga warna yang sangat unik yakni warna putih, pink dan biru kombinasi dari putihnya pasir dan birunya air laut.
Selain itu, pantai ini juga mempunyai view yang tak kalah indah, dengan matahari terbenamnya. Pengunjung bisa merasakan sensasi yang berbeda jika melihat sunset atau matahari terbenam di pantai ini.
Bagaimana tidak kombinasi yang sangat luar biasa, antara birunya air laut di Selat Buton dan awan yang berwarna jingga membuat manja mata setiap pengunjung.
Pemandangan eksotis itu, seakan bertambah indah tatkala kita melihat matahari seolah-olah terbenam diantara pulau-pulau kecil yang ada di Selat Buton.
Pantai Katembe juga bisa menjadi tempat camping untuk penghilang penak. Suasana angin sepoi-sepoi dari arah laut membuat udara semakin sejuk dimalam hari.
Pada saat pagi hari, pengunjung juga akan merasakan suasana Sunrise yang indah, ditambah suara dentuman ombak kecil yang membuat para pengunjung akan berlama-lama di pantai ini.
Tak hanya itu, pada saat air surut pantai ini juga sangat cocok dijadikan sebagai tempat untuk bermain bola maupun voli pantai.
Setiap pengunjung yang datang di pantai ini hanya perlu membayar biaya retribusi sebesar 10 ribuan saja untuk menikmati keindahan pantai.
Pantai Katembe juga mempunyai pantai berbatu yang cantik sangat cocok buat para pengunjung yang doyan berswafoto.
Di Pantai Katembe ini juga konon katanya terdapat legenda lain. Menurut keyakinan masyarakat sekitar bahwasanya di pantai tersebut terdapat sebuah sumur yang berusia sangat tua dan memiliki air yang tawar. Air sumur tersebut juga selalu mengeluarkan air dan tidak pernah kering sekalipun pada saat itu musim kemarau.
Bagi warga sekitar, sumur itu menjadi berkah terutama ketika musim kemarau. Sumur inilah yang juga menjadi salah satu daya tarik, sehingga membuat masyarakat tergoda untuk datang. Tidak sedikit wisatawan yang menyempatkan diri mereka untuk melihat sumur tersebut dan mencicipi airnya.

Selain itu, juga ketika wisatawan berkunjung ke Pantai Katembe ini, akan menemukan banyak sekali pohon kelapa yang tumbuh berjajar di tepi pantai. Pohon kelapa tersebut semakin membuat pemandangan tampak indah dan suasana pantai pun juga makin terlihat rindang dan sejuk.
Pantai ini berada di daerah pedesaan, maka pengunjung bisa menikmati suasana khas desa yang begitu asri. Hal itulah yang juga membuat banyak wisatawan betah untuk berlama-lama berada di pantai tersebut. Terlebih bagi mereka yang berasal dari kota besar dan jarang sekali bisa merasakan suasana pedesaan.
Salah satu pengunjung Pantai Katembe, Moh Irsan mengatakan ia bersama temannya jauh-jauh dari Desa Wakadia, Kabupaten Muna karena rasa penasarannya untuk menikmati dan melihat langsung indahnya Pantai Katembe. Ia mengaku menempuh jarak yang cukup jauh untuk sampai di tempat wisata ini.
“Kurang lebih 3 jam perjalanan dari kampungku ke pantai ini. Apalagi pasir putihnya ,” ungkap Moh Irsan.
Irsan juga menjelaskan selain mempunyai pantai yang panjang, seluas mata memandang Pantai Katembe juga mempunyai suasana view sunset yang menarik.
Pasalnya matahari sore hari terbenam dengan indahnya disela-sela pulau kecil di Selat Buton.
“Kombinasi antara awan yang berwarna jingga dengan laut yang biru begitu indah. Apalagi itu matahari seolah-olah terbenam diantara pulau-pulau kecil sana,” tunjuk Irsan.
Irsan mengaku dirinya akan mengunjungi lagi Pantai Katembe, Kabupaten Buton Tengah diwaktu yang berbeda.
“Semoga panjang umur, pasti kami akan ke sini lagi. Mungkin kalau perlu camping di pantai ini. Supaya kita bisa berlama-lama di Pantai yang sangat indah ini,” tutup Irsan. (ADV)
Reporter : Ari
Editor : Ridho



























