Penumpang Kapal Cepat Dari Raha Tujuan Kendari Meninggal di RS Santa Anna

36
Seorang penumpang kapal cepat Bahari 5E asal Kabupaten Muna meninggal dunia di RS. Santa Anna Kota Kendari.

Kendari, Jaringansultra.com – Seorang penumpang kapal cepat Bahari 5E bernama La Tiri (63) yang berasal dari Kabupaten Muna meninggal dunia di Rumah Sakit Santa Anna Kota Kendari.

Kapolresta Kendari, Kombes Pol Muh. Eka Fathurrahman saat ditemui menjelaskan, ketika korban dalam perjalanan dari pelabuhan Nusantara Raha menuju Kota Kendari menggunakan kapal cepat Bahari 5E mengalami gangguan kesehatan.

Kata dia, setibanya dipelabuhan di Kota Kendari, korban langsung dibawah di rumah sakit Rumah Sakit Santa Anna untuk mendapatkan perawat medis.

“Dari keterangan dokter piket di rumah sakit tersebut, bahwa korban meninggal dunia di RS Santa Anna,” ucap Eka Fathurrahman kepada awak media, Selasa 4 Juli 2023.

Ia menjelaskan, korban bernama Latiri (63) dari pelabuhan Nusantara Raha bertolak menuju Kota Kendari bertujuan akan melakukan pemeriksaan kondisi korban.

“Berdasarkan keterangan istri korban, almarhum mengidap penyakit liver kurang lebih enam bulan. Jadi hari jadwalnya untuk dilakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Bahteramas Kendari. Namun, pada saat diperjalanan dari Raha sekitar pukul 10.00 Wita dan ditengah perjalanan kurang lebih pukul 13.50 Wita korban mengalami gangguan kesehatan sehingga setibanya dipelabuhan langsung dibawah dirumah sakit dan dinyata meninggal dunia di Rumah Sakit Santa Anna,” ungkapnya.

Setelah dinyatakan meninggal, korban langsung dilakukan visum mayat oleh pihak rumah sakit dan kemudian pihak keluarga korban membawah jasad korban ke Raha melalui jalur darat Torobulu-Tampo.

“Kebetulan tadi korban diantar adik iparnya dan bersama istrinya,” ujarnya.

Ditanya terkait over load penumpang kapal, Kombes Eka Fathurrahman menerangkan pihaknya akan melakukan pemeriksaan nahkoda kapal dan ABKnya untuk memberikan keterangan.

“Kami akan melakukan penyelidikan secara profesional dan berkerja sama pihak pelabuhan,” tuturnya.

“Mengenai over load penumpang dengan kematian korban, kami akan melakukan pemeriksaan lebih mendalam dengan kondisi atau ahli dokter yang memeriksa korban,” tambahnya.

Reporter : Asep
Editor : Haerun

Facebook Comments Box
Iklan