Pelayanan Puskesmas Kulisusu Dikeluhkan, Pasien BPJS Diminta Beli Obat Sendiri

49
Ilustrasi Pelayanan Puskemas.

Buranga, Jaringansultra.com- Layanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kulisusu, Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra), dikeluhkan. Pasalnya, pasien peserta jaminan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, masih diminta membeli obat sendiri di luar apotik puskesmas tersebut.

Hal itu dialami salah satu orang tua pasien. Aswan Naim yang anaknya sakit demam, terpaksa membeli obat di apotik luar dari puskemas.

Ia diarahkan untuk membeli obat di apotik luar dengan alasan karena stok obat di apotik Puskemas Kulisusu habis stok.

Padahal, secara ketentuan semua layanan kesehatan bagi pasien yang dijamin BPJS Kesehatan harus ditanggung pihak fasilitas kesehatan (Faskes), dalam hal ini puskesmas.

“Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI No 28 Tahun 2014, tidak ada istilah obat yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Merujuk pada Permenkes No 28 Tahun 2014 ini, rumah sakit tidak diperkenankan meminta pasien peserta BPJS Kesehatan untuk menebus di luar, dengan alasan apapun,” kata Aswan Naim melalui pesan Whatsappnya yang diterima redaksi Jaringansultra.com, Selasa 6 Juli 2023.

Lebih lanjut Aswan menjelaskan, bagi peserta yang diminta menebus obat di luar rumah sakit atau puskesmas dengan alasan stok obat di apotek rumah sakit habis, bisa mengklaim (Ditebus), pembelian obat di luar rumah sakit tersebut dibuktikan dengan foto copy resep dokter.

“Jika ada obat di luar Formularium Nasional (Fornas), dengan model pembiayaan paket Inasibijis (Diagnosa penyakit pasien menurut dokter), tetap dapat diberikan dan menjadi tanggung jawab rumah sakit,” jelasnya.

Apabila terbukti ada kejadian semacam itu, masyarakat dapat melaporkan kepada BPJS atau datang ke posko pengaduan di kantor cabang BPJS meminta melakukan follow up kepada RS yang bersangkutan.

“Anak saya kan memang sakit demam dan saya bawa ke Puskesmas kulisusu Tapi sempat tiga hari terakhir ini disuruh nebus obat di luar dengan alasan stok obat habis,”
Karena saya lebih mementingkan kesehatan anak saya, uang sebesar itupun selama 3 hari ini pemeriksaan terpaksa saya harus bayar,” terang Aswan.

Ia pun harus merogok kocek, padahal mereka masuk pasien yang ditanggung BPJS.

“Kami mengeluarkan biaya ratusan ribu rupiah untuk pembelian obat di apotek luar rumah sakit,” kesalnya.

Sebagai pasien BPJS, pihaknya merasa aneh, karena berdasarkan informasi dari BPJS untuk fasilitas kesehatan pertama, pasien BPJS tidak tidak dikenakan biaya alias gratis. Apalagi Puskesmas rawat inap Kulisusu ini.

“Saya minta kepada kepala Dinas Kesehatan Buton Utara untuk mengevaluasi kinerja Kepala Puskesmas Kulisusu, agar lebih profesional bekerja, kami juga berterima kasih pada perawat dan dokter yang sudah merawat anak kami, hanya yang kami sesalkan management PKM kulisusu kami nilai sangat buruk,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada yang bisa dikonfirmasi pihak Pukesmas Kulisusu.

Editor : Ridho

Facebook Comments Box
Iklan