Kendari, Jaringansultra.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari melalui Komisi II melakukan kunjungan di Pasar Sentral Wuawua atau biasa dikenal Pasar Baru dalam rangka mendengar langsung keluhan para pedagang pasar tersebut.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi II Riski Brilian Pagala, didampingi Wakil Ketua Komisi II Sahabuddin dan beberapa anggota dewan. Turut hadir dalam kegiatan tersebu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Alda Kesutan Lapae. Perwakilan Satpol PP dan Perumda Pasar Kota Kendari belum lama ini.
Berdasarkan pantauan, pasar baru masih banyak memiliki kekurangan, baik dari fasilitas yang belum memadai, hingga produk maupun barang dan jasa yang dijual kurang, menyebabkan pasar ini terlihat sepi pembeli.
Adapun pedagang yang berada di pasar ini sebagian besar adalah penjual baju dan sembako, sedangkan lainnya diisi oleh pedagang asongan dan pedagang kecil lainnya. Untuk manajemen sumber daya juga perlu ditingkatkan guna memberikan pelayanan yang jauh lebih baik kepada pembeli.
Ketua Komisi II DPRD Kota Kendari, Riski Brilian Pagala mengatakan, kehadirian Komisi II ini untuk menindaklanjuti aspirasi atau keluhan para pedagang di Pasar Baru yang belum lama ini masuk di DPRD
“Kita hadir di sini atas nama DPRD melalui Komisi II untuk melihat langsung seperti apa kondisi Pasar Baru hari ini dan ternyata masih banyak kekurangan,” jelasnya.
Terkait Pasar Baru yang dinilai sepi, Riski berharap pemerintah kota melalui Dinas Perdagangan agar melakukan sesuatu yang bisa menarik simpati masyarakat untuk berjualan dan belanja di Pasar Baru, kalau perlu para pedagang yang saat ini menempati pasar-pasar yang marak bisa difasiltasi agar mau berjualan ke Pasar Baru
Lanjutnya, pasti para pedagang dari luar yang belum masuk di Pasar Baru
mengeluhkan persoalan fasilitas dan kurangnya penjunjung pasar tersebut. Untuk itu, DPRD Kota Kendari bersama pemerintah kota akan berupaya mengembalikan kejayaan Pasar Baru seperti di tahun 90an.

“Kita (DPRD) bersama pemerintah kota akan mengembalikan kejayaan Pasar Baru seperti awal dengan fasilitas terjamim, sehingga bisa rame, pengunjung senang dan aman ketika belanja di Pasar Baru ini,” tutupnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II Sahabudin berharap, agar Pasar Baru bisa mendapat perhatian pembenahan infrastruktur dari pemerintah kota demi kenyamanan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Kita berharap Pasar Baru ini bisa kembali seperti tahun 90an. Tapi ini bisa dilakukan dengan memberikan fasilitas yang memadai untuk masyarakat dan menarik pedagang kembali ke Pasar Baru ini,” harapnya.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Alda Kesutan Lapae menjelaskan, sebelumnya Pj Wali Kota Kendari belum lama ini sudah berkunjung di Pasar Baru dan menjanjikan akan mengembalikan pasar tersebut seperti dulu yang dikenal ramai.
Tapi saat ini kondisi Pasar Baru kelihatan tertutup dengan keberadaan lapak di depannya, gedung di lantai atas ada yang bocor, pagar dan got harus ditutup rapi supaya akses pedagang masuk ke dalam teratur.

Ketika semua itu sudah dibenahi dengan kebutuhan kebutuhan pasar. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pedagang di pasar pasar ilegal sepeti pasar panjang agar bisa kembali di Pasar Sentral Wuawua.
“Kita akan arahkan mereka agar bisa kembali di Pasar ini, karena 80 persen pedagang di Pasar Pajang punya papak di Pasar Baru. Makanya pak wali berharap para pedagang ini bersama Muspida dan OPD untuk bisa mengembalikan kejayaan pedagang Pasar Baru seperti pasar tahun 90an,” tutupnya.
Sebelumnya, Pj Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu bersama Ketua DPRD Kota Kendari meninjau langsung kondisi Pasar Sentral Wua-Wua belum lama ini.
Pj Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu mengatakan, pemerintah kota bersama DPRD Kota Kendari segera akan memfungsikan dan menata kembali Pasar Baru agar kembali ramai pengunjung.
“Saya tau pasar baru sangatlah terkenal di tahun 90an untuk langkah berikutnya Pemerintah Kota akan menemui dan berdiskusi bersama pemilik kios untuk mengambil langkah-langkah kedepannya,” tutupnya.(Adv)
Reporter : Haerun
Editor : Ridho




























