Kendari, Jaringansultra.com- Kabupaten Buton Utara (Butur), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi salah satu daerah yang mengalami kenaikan harga sejumlah komoditas paling tertinggi secara nasional. Tercatat nilai Indeks Perkembangan Harga (IPH) daerah yang dinakhodai Muh Ridwan Zakariah-Ahali itu sebesar 18,25 persen.
Data tersebut berdasarkan perkembangan harga Minggu ke-4 bulan Maret 2023 ini.
Demikian dipaparkan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Dr. Pudji Ismartini saat mengikuti Rakor Inflasi yang dipimpin Mendagri serta diikuti seluruh daerah di Indonesia secara Zoom, Senin 27 Maret 2023.
“Sedangkan penurunan harga tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh dengan nilai IPH -6,66 persen,” kata Pudji Ismartini.
Pudji Ismartini lebih lanjut menguraikan secara rinci perkomoditas. Misalnya saja, fluktuasi harga daging ayam ras yang tertinggi dari sepuluh kabupaten di seluruh Indonesia. Dimana, Kabupaten Kendal merupakan paling tertinggi harga daging ayam ras. Disusul, Halmahera Selatan, Bolaang Mongondow, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Parigi Moutong.
Kemudian, dua kabupaten di Sultra ikut tercatat juga sebagai daerah harga tertinggi daging ayam ras, yakni Buton Utara dan Konawe. Disusul, Kabupaten Berau, Toraja dan terakhir Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Selain daging ayam ras, Cabe Rawit dan Beras juga mengalami kenaikan harga tertinggi, terutama di Butur. Selain Butur, beras juga ikut naik di Muna, Wakatobi, Kolaka Utara dan Buton Tengah.
Menanggapi hal itu, Mendagri Tito Karnavian mengingatkan kepada Bupati Butur beserta jajarannya, dengan adanya lonjakan harga yang sangat tinggi, agar turun langsung ke lapangan cek harga.
“Daerah yang diwaspadai sangat tinggi ada di Kabupaten Buton Utara, sehingga perlu datang langsung bupati dan staf, untuk mengecek di pasar-pasar karena ini sangat memberatkan masyarakat” tegas Tito Karnavian.
Pada kesempatan itu, Sekda Sultra Asrun Lio menyampaikan dari pemaparan Mendagri terkait dengan keprihatinan pada beberapa daerah yang termasuk Sultra, ada beberapa harga komoditi termasuk beras, bawang merah, bawang putih, cabe merah yang mengalami kenaikan.
“Terkhusus untuk beras ada lima wilayah kenaikan cukup tinggi, terutama Buton Utara. Tim TPID harus mengunjungi dan menggelar pasar murah melibatkan Bulog,” tuturnya.
Asrun juga mengakui, pihaknya sudah mengambil langkah dengan berkomunikasi dengan pemerintah kabupaten Butur untuk segera melakukan intervensi daerah dengan menggunakan dana BTT.
“Saya juga sudah Whatsapp Sekda Buton Utara untuk segera dilakukan intervensi dengan daerah untuk menggunakan dana BTT. Karena sudah kewajiban setiap daerah untuk menggunakan dana BTT pada momen yang tepat, yakni sudah memasuki bulan suci Ramadan dan permintaan terhadap beberapa komoditi cukup tinggi,” jelasnya.
Oleh karena itu, Asrun berharap yang segera melakukan intervensi bukan hanya Butur ada beberapa daerah lain.
“Tapi Minggu ini harus fokus dulu sama Buton Utara,” pungkasnya.
Editor : Ridho




























